News
Ambulans Dokter Relawan Kemenkes Mogok Terjebak Lumpur di Pidie Jaya
07 Januari 2026 20:01
Ambulans yang membawa puluhan dokter relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terjebak lumpur di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/1/2026). Insiden ini terjadi di jalan lintas Desa Blang Cut menuju Desa Meunasah Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, saat rombongan dokter relawan menuju Puskesmas Meureudu untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor.
Para dokter terpaksa meninggalkan ambulans yang mogok dan menumpang mobil pikap milik warga untuk melanjutkan tugas kemanusiaan. Ratusan tenaga kesehatan telah disebar ke berbagai titik pengungsian untuk mencegah penyakit pascabencana seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan.
Dampak Bencana di Pidie Jaya
- Ambulans terjebak lumpur di jalan desa, menghambat akses dokter relawan ke lokasi bencana.
- Ratusan tenaga kesehatan diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan di posko pengungsian.
- Fokus pada pencegahan penyakit pascabencana seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan.
- Misi kemanusiaan tetap berjalan meskipun akses jalan masih terbatas akibat rusaknya infrastruktur.
Upaya Penyelamatan dan Pelayanan Kesehatan
- Para dokter dan relawan bergotong royong mendorong ambulans ke titik yang lebih aman.
- Mobil pikap milik warga digunakan untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi tugas.
- Ambulans yang mogok akan dievakuasi dan diperbaiki setelah seluruh agenda pelayanan kesehatan di posko pengungsian selesai dilaksanakan.
Kondisi Infrastruktur dan Akses Jalan
- Jalur utama terputus, memaksa rombongan dokter relawan menggunakan jalur alternatif melalui jalan desa.
- Genangan lumpur dan sisa material bencana menghambat perjalanan dan menyebabkan mesin ambulans mati total.
- Akses menuju pemukiman warga masih sangat terbatas akibat rusaknya infrastruktur jalan.
Peran Dokter Relawan dan Tenaga Kesehatan
- Dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan lingkungan diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan.
- Tugas kemanusiaan tidak boleh tertunda meskipun kendaraan mogok dan akses jalan terbatas.
- Kerjasama dengan warga setempat untuk melanjutkan misi kemanusiaan dan memberikan pelayanan kesehatan bagi korban bencana.
