News
Anggota Brimob Aceh Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Gaji Rp57 Juta vs Polri
8 jam yang lalu
Anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga menjadi tentara bayaran Rusia di wilayah konflik Donbass, Ukraina Timur. Ia diketahui meninggalkan dinas sejak 8 Desember 2025 tanpa keterangan jelas. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang disersi dan dampaknya terhadap citra kepolisian di Aceh.
Bripda Muhammad Rio sebelumnya memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri, termasuk menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri. Ia dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun. Polda Aceh telah melakukan upaya pencarian dan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait keberadaan Rio.
Perbandingan Gaji
- Gaji tentara bayaran Rusia: Diklaim mencapai Rp57,2 juta per bulan (3.000 euro) berdasarkan pengakuan warga Makedonia Utara.
- Gaji Polri: Bervariasi berdasarkan pangkat, dengan gaji pokok tertinggi untuk Jenderal Polisi sebesar Rp6,4 juta per bulan, ditambah tunjangan.
Dampak dan Urgensi
- Disersi: Rio meninggalkan dinas tanpa izin, menimbulkan pertanyaan tentang komitmen dan integritas anggota Polri.
- Citra Polri: Kasus ini berpotensi merusak citra kepolisian di Aceh dan nasional.
- Hukum: Rio dapat dikenakan sanksi pidana atas tindakan disersi dan pelanggaran kode etik.
Upaya Polda Aceh
- Polda Aceh telah menerbitkan DPO dan melakukan upaya pencarian ke rumah orang tua dan pribadi Rio.
- Surat panggilan telah dikirimkan dua kali, namun Rio tidak merespons.
- Polda Aceh menerima pesan WhatsApp dari Rio yang menunjukkan ia telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Kasus ini menyoroti pentingnya integritas dan komitmen anggota Polri, serta dampak dari disersi terhadap citra dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian di Aceh. Upaya pencarian dan penegakan hukum terus dilakukan untuk menindaklanjuti kasus ini.
Konteks Aceh
- Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak sosial dan keamanan di Aceh.
- Polda Aceh berkomitmen untuk menegakkan hukum dan menjaga integritas anggota Polri.
- Masyarakat Aceh diharapkan tetap tenang dan percaya pada proses hukum yang sedang berjalan.
