Timeline Aceh
modusaceh.co
modusaceh.co

Penyintas Banjir Pidie Jaya Menyambut Ramadhan di Tenda Pengungsian

15 jam yang lalu

Banjir bandang yang menerjang Pidie Jaya pada 26 November 2025 lalu masih menyisakan luka bagi para penyintas. Muntasir (54) dan 20 kepala keluarga lainnya dari Gampong Lhok Sandeng masih tinggal di tenda pengungsian di Desa Sarah Mane, dua bulan setelah bencana. Mereka kehilangan rumah dan menghadapi Ramadhan tanpa kepastian hunian layak.

Kondisi di tenda pengungsian jauh dari ideal. Tenda berwarna oranye dengan atap terpal biru menjadi ruang hidup mereka, menahan panas di siang hari dan dingin di malam hari. Barang-barang bantuan seperti kardus logistik, pakaian, selimut, dan peralatan rumah tangga tertata seadanya. Alas tidur tipis digelar di atas tanah, menggantikan dinding rumah yang dulu melindungi.

Kondisi Penyintas Banjir

  • 20 kepala keluarga dari Gampong Lhok Sandeng masih tinggal di tenda pengungsian.
  • Rumah-rumah mereka rusak parah atau hanyut terbawa banjir bandang.
  • Jembatan Lhok Sandeng, akses utama menuju desa tetangga, sempat terputus dan kini digantikan dengan jembatan darurat dari batang kelapa.
  • Keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam pembangunan hunian sementara.

Harapan dan Tantangan

  • Muntasir dan warga lainnya berharap masalah lahan segera diselesaikan agar hunian korban banjir bisa dibangun.
  • Abdullah (60), warga Desa Seunong, juga menghadapi kendala serupa. Rumahnya hanyut terbawa banjir, dan kini ia tinggal di tenda pengungsian.
  • Tanggul di sepanjang sungai diharapkan dapat dibangun untuk mencegah banjir serupa terulang.

Menyambut Ramadhan

  • Bulan Suci Ramadhan tinggal sekitar satu bulan lagi, namun para penyintas masih tinggal di tenda pengungsian.
  • Mereka berharap dapat beribadah dengan lebih tenang di hunian yang layak.
  • Doa dan harapan terus dipanjatkan agar masalah lahan segera teratasi dan hunian sementara dapat dibangun sebelum Ramadhan tiba.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh para penyintas banjir di Pidie Jaya. Mereka berjuang untuk memulihkan kehidupan mereka sambil menghadapi keterbatasan dan ketidakpastian. Harapan mereka adalah agar bantuan dan solusi cepat datang, sehingga mereka dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan nyaman.

Penyintas Banjir Pidie Jaya Menyambut Ramadhan di Tenda Pengungsian
0123456789