News
Apoteker Aceh Salurkan Bantuan untuk 450 Korban Banjir di Aceh Tamiang
05 Januari 2026 19:20
Banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga setempat. Di tengah rumah-rumah yang porak-poranda dan lapisan lumpur yang mengering, semangat gotong royong tetap bersinar. Salah satunya terpancar dari aksi solidaritas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Aceh melalui program "IAI Peduli Banjir Sumatra" yang hadir ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan.
Koordinator Lapangan kegiatan, apt Tedy Kurniawan Bakri M Farm, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk nyata solidaritas dan tanggung jawab moral profesi. Bantuan yang disalurkan secara langsung oleh Pengurus Daerah (PD) IAI Aceh bersama Pengurus Cabang (PC) IAI Aceh Tamiang serta relawan apoteker sangat komprehensif.
Bantuan yang Diberikan
- 450 warga terdampak banjir dan 20 keluarga apoteker menerima paket bantuan.
- Paket bantuan berupa:
- Tenda, tempat tidur lipat, beras, minyak goreng, susu, biskuit, kurma, air mineral.
- Perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, sarden, telur, pembalut wanita.
- Bantuan dana tunai untuk mendukung proses pembersihan dan perbaikan rumah.
Persoalan Mendesak
- Keterbatasan air bersih.
- Fasilitas pendidikan yang lumpuh.
- Kerugian harta benda.
- Trauma mendalam yang menghantui.
Rekomendasi Tindak Lanjut
- Penyaluran bantuan tambahan.
- Pelayanan kesehatan bergerak.
- Intervensi psikososial khususnya bagi anak-anak dan korban yang terdampak trauma.
Melalui semangat kepedulian ini, IAI Aceh berharap beban saudara-saudara kami sedikit terangkat dan pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat. Aksi nyata ini bukan hanya sekadar distribusi logistik, melainkan sentuhan hati yang menguatkan, mengingatkan dalam setiap kesulitan, ada tangan-tangan bersolidaritas yang siap mengulurkan bantuan dan membangun kembali harapan.
Tedy Kurniawan Bakri, M Farm, menegaskan bahwa pemulihan belum optimal dan dukungan logistik, kesehatan, dan pendampingan psikososial masih sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat mereka. "Ini lebih dari sekadar bantuan materi. Ini pengingat bahwa kami tidak sendirian," ucap salah satu apoteker penerima, suaranya lirih penuh syukur.
