News
APPSI Aceh petakan pasar terdampak banjir untuk percepat pemulihan UMKM
2 hari yang lalu
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah berdampak pada aktivitas pasar rakyat, baik dari sisi fasilitas maupun kegiatan jual beli pedagang. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPW APPSI) Aceh sedang melakukan pemetaan dan pendataan pasar rakyat yang terdampak.
Pemetaan ini merupakan tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI yang meminta DPW APPSI Aceh berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, serta instansi terkait dalam program pemulihan UMKM dan pasar tradisional. Pendataan pasar rakyat terdampak banjir harus dilakukan secara cepat, akurat, dan berbasis kondisi riil di lapangan agar program pemulihan UMKM dan pasar tradisional dapat tepat sasaran.
Dampak Banjir pada Pasar Rakyat
- Banjir berdampak pada fasilitas dan kegiatan jual beli pedagang di pasar rakyat.
- Pasar rakyat merupakan penopang utama ekonomi masyarakat yang harus segera dipulihkan.
Sinergi Pemulihan Ekonomi
- Pemerintah Aceh akan mendorong sinergi antara APPSI, pemerintah kabupaten/kota, serta kementerian terkait.
- Pendataan akan menjadi dasar penyusunan laporan kepada DPP APPSI dan kementerian terkait.
Komitmen APPSI Aceh
- DPW APPSI Aceh berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi daerah.
- Fokus utama adalah sektor pasar tradisional yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Aceh.
Dengan pendataan yang akurat, diharapkan program pemulihan UMKM dan pasar tradisional dapat direalisasikan secara tepat sasaran, sehingga aktivitas ekonomi warga kembali berjalan normal. Pendataan ini juga akan membantu dalam penyusunan laporan kepada pihak terkait untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh.
Angka Penting
- 85% pasar rakyat di Aceh terdampak banjir.
- 70% pedagang mengalami penurunan penjualan akibat banjir.
Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan pemulihan ekonomi pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat Aceh dapat segera kembali beraktivitas ekonomi seperti biasa.
