News
Baitul Mal Aceh Salurkan Kaki Palsu untuk 36 Mustahik dengan Dana Rp600 Juta
06 Januari 2026 16:49
Badan Baitul Mal Aceh (BMA) menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 36 mustahik dengan total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp600 juta dari dana zakat terhimpun selama 2025. Program ini merupakan bagian dari kerjasama yang sudah terjalin antara Baitul Mal Aceh dengan RSUDZA sejak 2024.
Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, menyatakan bahwa dana zakat yang dianggarkan untuk program bantuan kaki palsu ini sebanyak Rp2 miliar, dengan realisasi sebesar Rp600 juta untuk 36 penerima. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan dana yang dianggarkan dapat tersalurkan semuanya.
Dampak dan Harapan
- Bantuan kaki palsu diharapkan dapat meringankan beban para penerima dan memberikan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
- Salah seorang penerima, Pocut Zahara Phonna (40), mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, yang sangat membantunya untuk beraktivitas sehari-hari.
Kerjasama dengan RSUDZA
- Plt Direktur RSUDZA, dr Hanif, menjelaskan bahwa kaki palsu yang diproduksi oleh RSUDZA masih jauh dari kecukupan yang dibutuhkan, meskipun dana yang disediakan Baitul Mal Aceh cukup besar.
- Ia berharap kedepannya dapat lebih maksimal lagi dalam memproduksi kaki palsu, mengingat kebutuhan di Aceh cukup tinggi dan harganya sangat mahal.
Dana Zakat untuk Kesehatan
- Program bantuan kaki palsu ini merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat yang dikelola oleh Baitul Mal Aceh untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
- Selain bantuan kaki palsu, Baitul Mal Aceh juga telah menyalurkan zakat untuk biaya hidup dan penderita penyakit kronis di Aceh.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan kesehatan seperti kaki palsu. Program ini juga menunjukkan komitmen Baitul Mal Aceh dalam membantu masyarakat melalui penyaluran dana zakat yang efektif dan berkelanjutan.
Bantuan kaki palsu ini tidak hanya memberikan manfaat fisik bagi penerima, tetapi juga memberikan dukungan moral dan harapan untuk hidup yang lebih baik. Dengan kerjasama yang baik antara Baitul Mal Aceh dan RSUDZA, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan membantu lebih banyak masyarakat Aceh yang membutuhkan.
