News
Warga Aceh Tamiang Bertahan di Pengungsian Pasca Banjir Bandang
03 Januari 2026 22:27
Lebih dari satu bulan pascabanjir besar yang melanda Aceh Tamiang, sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Rumah mereka lenyap, mata pencaharian hilang, dan hidup kini sepenuhnya bergantung pada bantuan yang datang tidak menentu.
Di bawah terik siang, Edo duduk termenung di depan tenda pengungsian di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Ia hanya mengenakan celana pendek, menatap kosong ke arah bekas kampungnya yang rata dengan tanah.
Kondisi Warga di Pengungsian
- Rumah dan mata pencaharian hilang: Rumah Edo hancur diterjang banjir bandang, dan becak yang menjadi satu-satunya alat mencari nafkah ikut terendam dan rusak.
- Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar: Di lokasi pengungsian, warga tak memiliki peralatan memasak, sehingga mereka hanya bisa melihat sayur yang datang tanpa bisa memasaknya.
- Sanitasi mulai membaik: Toilet darurat sudah tersedia, tetapi kebutuhan lain masih jauh dari cukup.
Ketidakpastian dan Harapan
- Ketidakpastian soal rumah bantuan: Wujud, salah satu warga, khawatir tidak akan mendapatkan rumah bantuan karena satu keluarga di tempatnya belum sempat mengurus administrasi kependudukan.
- Harapan kejelasan dari pemerintah: Warga Aceh Tamiang menggantungkan harapan pada kebijakan pemerintah untuk bisa kembali hidup dengan layak.
Di antara tenda-tenda kecil, bekas rumah yang hanya menyisakan pondasi, dan dapur umum yang mulai sepi, warga Aceh Tamiang berharap kejelasan dari pemerintah agar bisa memulai hidup kembali dari nol.
Dampak Banjir Bandang
- Rumah keangkat sampai pondasi: Rumah Edo keangkat sampai pondasi, bahkan musala pun ikut terseret banjir.
- Anak-anak terpaksa dipisahkan: Di lokasi pengungsian, anak-anak terpaksa dipisahkan karena tenda tak cukup menampung seluruh keluarga.
- Bantuan tenda datang bertahap dan tak merata: Bantuan tenda datang bertahap dan tak merata, sehingga banyak warga lainnya hingga kini belum kebagian.
Warga Aceh Tamiang tidak meminta lebih. Hanya kejelasan. Agar bisa kembali hidup dengan layak. Sebab, yang hancur diterjang banjir bandang ini masih bisa dibangun kembali, meski harus dimulai dari nol.
