Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Banjir Pidie Jaya Diduga Akibat Pembukaan Lahan Sawit, DPR Desak Evaluasi

30 Desember 2025 21:28

Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya diduga disebabkan oleh pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit. Anggota DPR-RI, Muslim Ayub, menyatakan bahwa pembukaan lahan tersebut menyebabkan penambangan liar secara tidak beraturan di pegunungan Pidie Jaya. Hal ini dibuktikan dengan temuan tumpukan kayu gelondongan di Krueng Meureudue yang terbawa banjir bandang.

Dampak banjir sangat parah, menyebabkan warga kehilangan rumah dan usaha, serta adanya korban jiwa. Muslim Ayub mendesak Kementrian Kehutanan dan Kementrian Lingkungan Hidup RI untuk meninjau kembali izin perusahaan di Pidie Jaya. Ia juga mendesak Pemkab Pidie Jaya untuk mempercepat pembangunan huntara sebelum bulan Suci Ramadhan 2026.

Dampak Banjir

  • Warga kehilangan rumah dan usaha
  • Adanya korban jiwa
  • Jalan-jalan di desa berubah menjadi alur sungai

Desakan DPR-RI

  • Meninjau kembali izin perusahaan sawit
  • Menertibkan aktivitas penambangan liar
  • Mengevaluasi dampak lingkungan dari pembukaan lahan sawit

Langkah Pemkab Pidie Jaya

  • Mempercepat pembangunan huntara
  • Mengerahkan alat berat untuk membersihkan lumpur di jalan
  • Membantu warga yang tinggal di pengungsian

Muslim Ayub menyatakan bahwa dampak banjir sangat dasyat dirasakan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa banjir tersebut dipicu oleh perambahan hutan yang telah dilakukan secara berlebihan. Ia berharap bahwa dengan peninjauan kembali izin perusahaan sawit, banjir bandang dapat dicegah di masa depan.

Saat ini, alat berat telah diturunkan untuk melakukan normalisasi sungai yang dipenuhi kayu gelondongan. Muslim Ayub yakin bahwa dua bulan tidak akan cukup untuk menyelesaikan kerusakan sungai yang sangat parah akibat dampak banjir bandang.

Muslim Ayub juga menyatakan bahwa ia prihatin dengan kondisi permukiman penduduk yang porak-poranda dihantam banjir bandang. Ia berharap bahwa dengan pembangunan huntara yang dipercepat, warga dapat kembali tinggal di rumah mereka sebelum bulan Suci Ramadhan 2026.

Banjir Pidie Jaya Diduga Akibat Pembukaan Lahan Sawit, DPR Desak Evaluasi
0123456789