Ketua Umum Wahana Generasi Aceh (Wangsa), Jhony Howord, mengusulkan pemekaran Provinsi Aceh sebagai solusi untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di kawasan barat selatan (Barsela). Usulan ini disampaikan menyusul sorotan terhadap kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Aceh dalam alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dinilai belum mencerminkan rasa keadilan antarwilayah.
Jhony menyoroti kondisi Aceh Barat yang kurang mendapat perhatian, meski memiliki kontribusi ekonomi dari sektor sumber daya alam dan aktivitas regional. Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penganggaran atau pemekaran wilayah sebagai solusi struktural.
Poin Utama Usulan Pemekaran Aceh
- Ketimpangan Anggaran: Barsela dinilai sering ditempatkan sebagai wilayah tertinggal, tetapi tidak mendapat porsi anggaran yang memadai.
- Kontribusi Ekonomi: Aceh Barat memiliki kontribusi ekonomi dari sektor sumber daya alam dan aktivitas regional, namun tidak diimbangi dengan alokasi anggaran yang proporsional.
- Evaluasi Penganggaran: Jhony mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme dan arah kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).
- Transparansi dan Audit: Diperlukan peningkatan transparansi indikator penganggaran, audit distribusi anggaran, serta penyesuaian alokasi berdasarkan kebutuhan riil dan kontribusi ekonomi wilayah.
- Pemekaran sebagai Solusi: Pemekaran wilayah dapat menjadi opsi kebijakan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong kemandirian fiskal daerah.
Jhony menegaskan pentingnya langkah konkret dari pemerintah guna mencegah kesenjangan yang lebih luas di kawasan Barsela. Ia menyatakan bahwa tanpa evaluasi menyeluruh atau pemekaran wilayah, ketimpangan akan terus berlanjut.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPemerintah Aceh Raih Predikat A- Reformasi Birokrasi, Empati Terhadap Warga Membangun
MODUSACEH.CO, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mencatatkan, peningkatan kinerja reformasi birokrasi pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refo
Warga Penyintas Banjir Aceh Utara Kehilangan Huntara Akibat Angin Kencang
"Dari 58 unit bangunan Huntara yang terdampak, kerusakan tersebar di empat lokasi. Kerusakan paling parah terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk,”
: Warga Pintu Rime Gayo Khawatir Tenang Korupsi BUMDESMA Rp 1,44 Miliar
BENER MERIAH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah menahan Ilham Iskandar, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Badan Usaha...
58 Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Rusak Akibat Angin Kencang
Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.