Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Mualem Sebut Penghilang Baut Jembatan Aceh Kurang Ajar, Khawatirkan Pasokan Sembako

30 Desember 2025 17:40

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengecam tindakan oknum yang menghilangkan baut pada jembatan bailey yang dibangun pascabencana di Aceh. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan kurang ajar yang dapat mengganggu pasokan sembako bagi masyarakat.

Mualem juga meminta bantuan daging beku untuk tradisi meugang menjelang Ramadhan dan ekskavator untuk penanganan longsor. Permintaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana di Banda Aceh.

Dampak dan Permintaan

  • Jembatan Bailey: Infrastruktur penting untuk mobilitas masyarakat pascabencana.
  • Pasokan Sembako: Khawatirkan terganggu jika jembatan ambruk.
  • Tradisi Meugang: Mualem meminta bantuan daging beku untuk masyarakat terdampak.
  • Penanganan Longsor: Permintaan ekskavator untuk akses cepat ke lapangan.

Konteks Lokal

  • Aceh: Tradisi meugang identik dengan hidangan berbahan daging.
  • Harga Daging: Saat ini mencapai Rp 300.000 per kilo.
  • Bencana: Banyak ternak mati akibat banjir, mempengaruhi pasokan daging.

Tanggapan Pemerintah

  • KASAD: Dugaan sabotase berupa hilangnya baut pada jembatan bailey.
  • Mualem: Menyesalkan perbuatan oknum dan meminta kesadaran masyarakat.
  • Rapat Koordinasi: Permintaan bantuan dan penanganan bencana disampaikan kepada Mensos, Menkeu, PUPR, dan Perhubungan.

Kesimpulan

Tindakan oknum yang menghilangkan baut jembatan bailey dapat berdampak buruk pada mobilitas dan pasokan sembako di Aceh. Mualem menekankan pentingnya infrastruktur dan tradisi lokal, serta meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan bencana dan pasokan daging beku.

Mualem Sebut Penghilang Baut Jembatan Aceh Kurang Ajar, Khawatirkan Pasokan Sembako
0123456789