News
Ayah Tiri di Aceh Tenggara Tersangka Nodai Anak Tiri Berulang Kali
09 Januari 2026 17:06
Seorang ayah tiri di Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, ditangkap karena diduga menyetubuhi anak tirinya yang berusia 15 tahun berulang kali. Kasus ini terjadi antara bulan Mei hingga Agustus 2025 dan kini sedang ditangani serius oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Tenggara.
Pelaku, yang dikenal dengan inisial M (52), telah diamankan oleh polisi pada Kamis (8/1/2026). Korban, yang merupakan pelajar, kini mendapatkan pendampingan dari pihak keluarga serta perlindungan dari instansi terkait untuk pemulihan trauma psikologis.
Detail Kasus
- Pelaku: M (52), ayah tiri korban
- Korban: Anak tiri berusia 15 tahun
- Lokasi: Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara
- Waktu Kejadian: Mei hingga Agustus 2025
- Tindakan Polisi: Penangkapan dan penanganan serius oleh Unit PPA
- Ancaman Hukuman: Pasal 50 Jo pasal 47 dari Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan Undang-Undang Perlindungan Anak
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak. Kasus ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan anak-anak di sekitar mereka.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
- Pendampingan Korban: Korban mendapatkan pendampingan dari pihak keluarga dan instansi terkait untuk pemulihan trauma psikologis.
- Penanganan Kasus: Polisi terus melakukan pendalaman terhadap keterangan korban dan sejumlah saksi.
- Imbauan Masyarakat: Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan melapor jika menemukan tindak kekerasan terhadap anak.
Kasus ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam melindungi anak-anak dari tindak kekerasan dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di Aceh.
Kesimpulan
Kasus ini merupakan salah satu contoh dari tindak kekerasan terhadap anak yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan dari masyarakat, diharapkan kasus serupa dapat dicegah dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
