Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Jembatan Darurat Pining Hidupkan Harapan Warga Gayo Lues Pasca Banjir

3 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, beberapa bulan lalu meninggalkan dampak yang mendalam. Warga terisolasi, aktivitas ekonomi lumpuh, dan anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai berarus deras setiap hari. Namun, harapan baru muncul dengan rampungnya jembatan darurat yang dibangun atas inisiatif Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alie Basyah.

Jembatan ini bukan sekadar konstruksi, tetapi simbol kehadiran negara di tengah kesulitan. Dengan adanya jembatan, anak-anak tidak lagi harus bertaruh nyawa untuk bersekolah, dan petani dapat kembali mengangkut hasil bumi mereka. Pembangunan jembatan ini juga menjadi bukti gotong royong antara TNI-Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat.

Dampak Jembatan Darurat

  • Akses Pendidikan: Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai berarus deras.
  • Pemulihan Ekonomi: Petani dan pedagang dapat kembali mengangkut hasil bumi dan barang dagangan.
  • Gotong Royong: Pembangunan jembatan melibatkan TNI-Polri, pemadam kebakaran, dan masyarakat.
  • Harapan Baru: Warga yang sebelumnya terisolasi kini memiliki akses yang lebih baik ke wilayah lain.

Camat Pining, Win Zulfian, menyampaikan apresiasi mendalam atas pembangunan jembatan ini. "Atas nama masyarakat Kecamatan Pining, kami sangat berterima kasih kepada Kapolda Aceh yang telah mengarahkan pembangunan jembatan sementara ini. Walaupun masih bersifat sementara, namun kini sudah dapat kami lalui dan sangat membantu aktivitas masyarakat," ungkapnya.

Jembatan darurat di Pining bukan hanya tentang konstruksi fisik, tetapi juga tentang kepedulian, kerja sama, dan harapan yang akhirnya menemukan jalannya kembali.

Jembatan Darurat Pining Hidupkan Harapan Warga Gayo Lues Pasca Banjir