News
Bireuen Bangun 1.000 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Menyambut Ramadhan
4 hari yang lalu
Pemerintah Kabupaten Bireuen memulai pembangunan 1.000 unit hunian tetap untuk korban banjir dan longsor di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Bireuen Mukhlis ST pada Rabu, 7 Januari 2026, menandai komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana sebelum Ramadhan.
Bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu menyebabkan kerusakan signifikan terhadap rumah warga, infrastruktur, dan tatanan sosial masyarakat. Kehilangan tempat tinggal tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis dan ketidakpastian ekonomi bagi para korban.
Dampak dan Manfaat Hunian Tetap
- Pemulihan Sosial dan Psikologis: Hunian tetap memberikan tempat tinggal yang aman dan permanen, serta memungkinkan masyarakat kembali menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya secara normal.
- Peningkatan Kepercayaan Publik: Kehadiran kepala daerah secara langsung di tengah masyarakat terdampak memberikan pesan kuat bahwa pemerintah tidak abai terhadap nasib warganya.
- Pemulihan Ekonomi: Kepastian tempat tinggal mendorong warga untuk kembali produktif dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi lokal.
- Solidaritas Komunitas: Pembangunan hunian tetap mendorong pemulihan kohesi sosial dan memperkuat solidaritas, semangat gotong royong, dan rasa kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh.
Langkah Strategis Pemerintah
Pembangunan hunian tetap ini didukung oleh dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap diutamakan bagi korban yang memiliki lahan sendiri. Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak yang tidak memiliki lahan pengganti.
Keberhasilan pembangunan hunian tetap ini merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta sektor swasta. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa hunian tetap yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan budaya masyarakat Aceh.
Dengan demikian, pembangunan hunian tetap merupakan langkah strategis dalam upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan Pemkab Bireuen. Melalui hunian tetap, masyarakat tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga harapan baru untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
