News
Bangkai Gajah di Pidie Jaya Dibiarkan Membusuk, BKSDA Aceh Dikritik
02 Januari 2026 06:00
Bangkai gajah yang mati akibat banjir besar di Meureudu, Pidie Jaya, dibiarkan membusuk oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Meskipun Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyatakan bahwa bangkai gajah tersebut telah dikuburkan pada 29 November 2025, kenyataannya bangkai tersebut masih teronggok di Gampong Meunasah Lhok, Dusun Pante Geulima, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.
Relawan Sosial Respons Banjir Pidie Jaya, Afzal, mengaku masih melihat bangkai gajah tersebut dan mencium bau busuk dari bangkai itu pada 28 Desember 2025. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang penanganan satwa liar di Aceh dan mempertanyakan kredibilitas BKSDA Aceh.
Kondisi Bangkai Gajah
- Bangkai gajah berusia 10 tahun dan berjenis kelamin jantan.
- Bangkai tersebut adalah gajah soliter yang berada di koridor pergerakan Pidie–Pidie Jaya.
- Bangkai dibiarkan di bawah tumpukan gelondongan kayu dan mengeluarkan bau menyengat.
Dampak dan Kekhawatiran
- Cara BKSDA Aceh memperlakukan bangkai gajah ini menimbulkan kekhawatiran tentang penanganan satwa liar di Aceh.
- Konflik satwa liar dan manusia di Aceh terus terjadi dan meningkat setiap tahun.
- Masyarakat mempertanyakan komitmen BKSDA Aceh dalam menjaga satwa liar dan habitatnya.
Tanggapan Masyarakat
- Pegiat lingkungan, Heri Tarmizi, mengungkapkan bahwa bangkai gajah dibiarkan membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
- Relawan Sosial Respons Banjir Pidie Jaya, Afzal, juga menyatakan bahwa bangkai gajah tersebut belum dikuburkan.
- Masyarakat meminta BKSDA Aceh untuk lebih serius dalam menjaga satwa liar di Aceh.
Langkah yang Diperlukan
- BKSDA Aceh perlu memprotes pejabat Badan Perencanaan Daerah Aceh yang membuka hutan untuk jalan yang memutus koridor dan membuka peluang kerusakan habitat satwa liar.
- BKSDA Aceh harus berteriak di depan kantor para pejabat kehutanan, investasi, atau pertambangan, di tingkat pusat untuk mencegah konversi hutan menjadi perkebunan atau pertambangan.
- BKSDA Aceh perlu bekerja lebih serius untuk menjaga satwa liar di Aceh dan membantu menjaga tutupan hutan Aceh sebagai rumah satwa liar.
