Kembaliekonomi

Warga Aceh Tak Daya Tahan Akibat Blackout Sumatera Berulang

Penulis

kba.one

Tanggal

23 Mei 2026

Warga Aceh Tak Daya Tahan Akibat Blackout Sumatera Berulang

Pada Jumat, 22 Mei 2026, pemadaman listrik massal melanda Aceh serta sejumlah provinsi Sumatera setelah gangguan pada jaringan transmisi interkoneksi Rumai–Muaro Bungo 275 kV. Pemadaman ini menghentikan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di banyak wilayah, termasuk kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Gelombang blackout ini mengulangi kejadian serupa yang terjadi pada Juni 2024 ketika gangguan SUTT 275 kV Lubuklinggau–Lahat menyebabkan lebih dari satu juta pelanggan terputus listrik berjam-jam. UMKM, pedagang tradisional, dan rumah sakit terpaksa mengandalkan genset darurat dengan biaya tambahan, sementara perdagangan digital dan pembayaran elektronik terganggu total.

Dampak dan Tantangan di Aceh

  • Pedagang kecil di Pasar Aceh kehilangan stok makanan segel karena pendingin mati, menimbulkan kerugian rata‑rata Rp 2,5 juta per pedagang.
  • Rumah sakit di Aceh harus menyalakan genset darurat, menambah biaya operasional hingga 15 % dari anggaran harian.
  • Nelayan di pesisir Aceh Barat tidak dapat mengisi salju dan menyimpan hasil tangkapan, sehingga produksi harian menurun sekitar 30 %.
  • Sekolah dan kantor desa terpaksa menunda pembelajaran dan layanan administrasi karena tidak ada cadangan listrik yang memadai.
  • Pemerintah daerah dan PLN disyaratkan bangun microgrid berbasis surya komunitas dan mikrohidro di setiap kecamatan kritis untuk menjamin cadangan minimal 4 jam selama gangguan jaringan utama.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.