News
BMKG Deteksi 42 Titik Panas di Aceh, Aceh Jaya Terbanyak dengan 17 Hotspot
4 jam yang lalu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 42 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah di Provinsi Aceh. Titik panas tersebut terpantau berdasarkan analisis citra satelit MODIS (Terra dan Aqua) serta NOAA-20 VIIRS, dengan tingkat kepercayaan rendah hingga tinggi.
Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az-Zahra Lubis, mengatakan dari total 42 hotspot yang terdeteksi, empat titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 36 titik tingkat sedang, dan dua titik tingkat tinggi.
Sebaran Titik Panas di Aceh
- Aceh Jaya: 17 titik panas, tersebar di Kecamatan Indra Jaya, Krueng Sabee, Panga, Pasie Raya, dan Teunom.
- Aceh Selatan: 12 titik panas, terpantau di Kecamatan Bakongan, Kota Bahagia, dan Trumon Timur.
- Aceh Singkil: 3 titik panas, berada di Kecamatan Danau Paris dan Suro Makmur.
- Kota Lhokseumawe: 1 titik panas, tepatnya di Kecamatan Muara Satu.
- Kota Subulussalam: Titik panas tersebar di Kecamatan Longkib dan Rundeng.
- Kabupaten Nagan Raya: 4 titik panas, terpantau di Kecamatan Seunagan dan Seunagan Timur.
Prakiraan Cuaca dan Imbauan BMKG
BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca. Pada 16 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur. Sementara pada 17 dan 18 Januari, tidak terpantau adanya potensi cuaca signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara terus-menerus atau berdurasi panjang.
"Jika masyarakat melihat awan tebal berwarna gelap dan hujan mulai turun di wilayah pegunungan, disarankan untuk segera menjauhi daerah lereng serta kawasan aliran sungai," pungkas Nasyithah.
Dampak dan Langkah Pencegahan
- Dampak Lingkungan: Titik panas dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, yang berdampak pada kualitas udara dan ekosistem.
- Dampak Kesehatan: Asap dari kebakaran dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
- Langkah Pencegahan: Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan secara sembarangan dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran.
