News
BNPB dan Pemda Aceh Barat Percepat Bantuan untuk Desa Terisolir Sikundo
05 Januari 2026 09:31
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkoordinasi untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh Barat. Salah satu fokus utama adalah Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang masih terisolir akibat putusnya akses jalan utama. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendistribusikan logistik lewat udara agar kebutuhan masyarakat di desa terisolir tidak kekurangan.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memaparkan kondisi terkini dan meminta dukungan BNPB untuk membuka akses jalan ke Desa Sikundo serta memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan nilai bantuan pembangunan rumah antara pemerintah pusat dan daerah, di mana bantuan dari BNPB sebesar Rp60 juta per unit, sementara dari kabupaten/kota mencapai Rp110 juta per unit.
Dampak dan Kebutuhan Mendesak
- Desa Sikundo masih terisolir dan membutuhkan logistik serta sembako.
- Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan bagi warga dengan rumah rusak berat.
- Bantuan Langsung Tunai (BLT) diharapkan untuk membantu warga yang kehilangan mata pencaharian.
- Hunian sementara diperlukan untuk warga Beutong Ateuh Banggalang sebelum Ramadhan.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dan mempercepat penanganan bencana. BNPB berkomitmen untuk mengoptimalkan langkah-langkah percepatan penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, juga meminta dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan hunian sementara dan infrastruktur dasar seperti pasokan air bersih dan listrik di Beutong Ateuh Banggalang.
Kebutuhan Infrastruktur
- Jembatan gantung diperlukan untuk menghubungkan antardesa di Darul Makmur.
- Pasokan air bersih dan listrik masih menjadi kebutuhan mendesak di Beutong Ateuh Banggalang.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan penanganan bencana di Aceh Barat dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak.
