News
BNPB Siap Dropping Logistik ke Desa Sikundo Aceh Barat yang Terisolir
04 Januari 2026 16:32
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap membantu penyaluran logistik melalui udara ke Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Desa tersebut terisolir akibat banjir dan tanah longsor yang memutus akses jalan utama. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan kesiapan timnya untuk mendukung kebutuhan logistik harian bagi warga yang terdampak.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, meminta pendataan masyarakat terdampak, terutama yang rumahnya rusak berat. Warga dengan rumah rusak berat berhak menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan sebelum menempati Hunian Tetap (Huntap). Selain itu, Tarmizi juga mempertanyakan kemungkinan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga yang kehilangan mata pencaharian menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kondisi Terkini dan Tantangan
- Desa Sikundo masih terisolir akibat putusnya akses jalan utama.
- Rumah rusak berat berhak menerima DTH, sementara rumah rusak ringan dan sedang sedang dalam proses perbaikan.
- BLT untuk warga terdampak belum dapat diputuskan karena bukan kewenangan BNPB.
- Bantuan pembangunan rumah dari BNPB sebesar Rp60 juta per unit, sementara dari pemerintah kabupaten/kota mencapai Rp110 juta per unit.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Nagan Raya, Bupati Aceh Singkil, dan perwakilan dari Kota Subulussalam serta Aceh Selatan. Rakor ini diharapkan menghasilkan solusi konkret dan mempercepat penanganan bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana alam di wilayah Barat Selatan Aceh.
Harapan ke Depan
Bupati Aceh Barat berharap adanya keselarasan nilai bantuan pembangunan rumah antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, ia juga meminta dukungan terus menerus dari BNPB untuk pendropingan logistik dan sembako bagi warga di wilayah terisolir jika akses jalan belum dapat dibuka dalam waktu dekat.
