News
BPBD Pidie Belum Laporkan Penggunaan Dana BTT Rp 5,4 Miliar, Warga Aceh Khawatir
09 Januari 2026 15:15
BPBD Kabupaten Pidie belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp 5,4 miliar kepada Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK). Dana tersebut dianggarkan sebesar Rp 6,5 miliar, dengan realisasi penggunaan mencapai Rp 4,7 miliar dan sisa Rp 1,8 miliar yang sebagian digunakan kembali.
Menjelang tutup anggaran pada 31 Desember 2025, BPBD Pidie mengembalikan Rp 1,1 miliar ke Badan Umum Daerah (BUD). PPTK BPBD Pidie, Ali Basyah, mengakui laporan masih dalam proses tanda tangan oleh instansi terkait.
Detail Penggunaan Dana BTT
- Total anggaran: Rp 6,5 miliar
- Dana terealisasi: Rp 4,7 miliar
- Sisa dana: Rp 1,8 miliar
- Dana digunakan kembali: Rp 755 juta
- Dana dikembalikan ke BUD: Rp 1,1 miliar
Dampak dan Kekhawatiran
- Transparansi: Warga Aceh khawatir akan akuntabilitas penggunaan dana bencana.
- Operasional: Dana digunakan untuk kebutuhan operasional hingga Rp 1,5 miliar.
- Proses: Laporan masih dalam tahap tanda tangan, menunda pertanggungjawaban.
Kejelasan penggunaan dana BTT penting untuk memastikan kepercayaan publik dan efektivitas penanggulangan bencana di Aceh.
Konteks Lokal
- Wilayah: Kabupaten Pidie, Aceh
- Subjek: BPBD Pidie, warga Aceh
- Dampak: Kekhawatiran akan transparansi dan akuntabilitas dana bencana
Dengan adanya keterlambatan laporan, diharapkan BPBD Pidie segera menyelesaikan proses administrasi untuk memastikan transparansi dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Pertanyaan Reflektif
- Bagaimana dampak keterlambatan laporan ini terhadap kepercayaan warga Aceh terhadap BPBD Pidie?
- Apa langkah konkret yang dapat diambil untuk memastikan transparansi penggunaan dana bencana di masa depan?
Dengan demikian, penting bagi BPBD Pidie untuk segera menyelesaikan laporan penggunaan dana BTT agar warga Aceh dapat memahami dan memantau penggunaan dana bencana dengan lebih baik.
Kesimpulan
Keterlambatan laporan penggunaan dana BTT oleh BPBD Pidie menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Aceh. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana bencana sangat penting untuk memastikan kepercayaan publik dan efektivitas penanggulangan bencana di Aceh.
