News
59.365 Meter Irigasi Aceh Timur Rusak, Petani Terancam Gagal Panen
06 Januari 2026 19:40
Banjir yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada jaringan irigasi. Sebanyak 59.365 meter saluran irigasi rusak, mengancam keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Kerusakan ini tersebar di beberapa kecamatan, dengan saluran irigasi yang jebol dan terendam lumpur.
Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah, menyatakan bahwa banjir dengan ketinggian air mencapai satu hingga 10 meter menyebabkan tekanan besar pada tanggul dan dinding irigasi. Arus air yang deras menggerus struktur irigasi yang sudah berusia tua, sehingga banyak titik tidak mampu menahan beban air. Perbaikan irigasi menjadi prioritas utama pascabanjir, mengingat keberadaannya vital bagi perekonomian masyarakat Aceh Timur yang sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertanian.
Dampak Kerusakan Irigasi
- 59.365 meter jaringan irigasi rusak akibat banjir, tanah longsor, dan sedimentasi lumpur.
- 10.902 hektare lahan pertanian terdampak banjir, baik terendam air dalam waktu lama maupun kehilangan suplai air.
- Petani tidak bisa menanam karena irigasi putus, sawah terendam lumpur, atau kekurangan air.
- Perbaikan irigasi membutuhkan dukungan anggaran besar dan sinergi lintas instansi.
Upaya Perbaikan
- BPBD Aceh Timur bersama instansi terkait masih mendata tingkat kerusakan di setiap titik irigasi.
- Data tersebut akan menjadi dasar dalam pengusulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir.
- Perbaikan irigasi menjadi prioritas utama untuk menjaga ketahanan pangan dan penghasilan petani.
Kerusakan irigasi ini membutuhkan penanganan serius untuk mencegah dampak berkepanjangan terhadap musim tanam dan penghasilan petani. Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sangat diperlukan untuk mempercepat proses perbaikan dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir.
Dampak Jangka Panjang
- Kerusakan irigasi dapat mengancam ketahanan pangan dan penghasilan petani di Aceh Timur.
- Perbaikan yang lambat dapat memperburuk kondisi lahan pertanian dan mengganggu musim tanam.
- Sinergi lintas instansi dan dukungan anggaran besar diperlukan untuk mempercepat pemulihan.
