News
BPJN Pasang Portal Kontrol di Bireuen untuk Cegah Kerusakan Jembatan
06 Januari 2026 14:44
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh memasang portal kontrol di dekat Terminal Tipe B Cot Keutapang, Bireuen. Portal berbahan besi dengan tinggi 4 meter ini dipasang melintang di badan jalan nasional sebagai batas ketinggian kendaraan, khususnya truk yang akan melintas di jembatan bailey Krueng Tingkeum, Kutablang.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kerusakan jembatan akibat dilalui kendaraan bertonase besar dengan ketinggian melebihi standar. Dengan adanya portal tersebut, truk yang melintas dipastikan tidak akan mengenai rangka baja eksisting jembatan.
Upaya Pengendalian Lalu Lintas
- Portal kontrol dipasang untuk mengontrol ketinggian kendaraan, dengan batas maksimal 4 meter.
- Pengawasan terhadap kendaraan yang melintas juga dibantu oleh pihak Dinas Perhubungan.
- Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah kerusakan lebih parah pada jembatan bailey.
Penanganan Kerusakan Jalan
- BPJN Aceh juga menangani kerusakan jalan di ruas Medan–Banda Aceh, khususnya ke arah timur Simpang Empat Kota Bireuen.
- Jalan tersebut banyak berlubang akibat terjangan banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu.
- Pihak BPJN sudah melakukan survei ke sejumlah titik jalan rusak untuk menentukan langkah penanganan.
Komitmen BPJN Aceh
- Pemasangan portal kontrol dan survei jalan rusak merupakan bagian dari komitmen BPJN Aceh dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.
- Pemerintah berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan batas ketinggian kendaraan.
- Dengan langkah ini, BPJN Aceh menegaskan bahwa upaya pemeliharaan jalan nasional tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga pengendalian lalu lintas demi keselamatan bersama.
Dengan adanya portal kontrol dan upaya penanganan kerusakan jalan, diharapkan infrastruktur jalan nasional di Aceh tetap berfungsi optimal dan keselamatan pengguna jalan terjaga dengan baik.
Dampak Jangka Panjang
- Mengurangi risiko kecelakaan akibat kendaraan bertonase tinggi.
- Mencegah kerusakan lebih parah pada jembatan dan jalan nasional.
- Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di Aceh.
