News
BPS Kerahkan 510 Mahasiswa STIS untuk Pendataan Korban Bencana di Aceh Tamiang
7 jam yang lalu
Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Pendataan ini merupakan bagian dari tugas BPS dalam Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra.
Para mahasiswa didampingi oleh sivitas akademika STIS dan 50 pegawai BPS pusat yang bertugas melakukan pengawasan dan memastikan kualitas pendataan di lapangan. Pendataan dilakukan langsung ke pengungsian dan desa-desa yang terdampak bencana, mencakup kondisi rumah dan keluarga terdampak.
Detail Pendataan
- 510 mahasiswa STIS dikerahkan untuk pendataan lapangan.
- Pendataan mencakup kondisi rumah dan kondisi keluarga terdampak.
- 104.000 keluarga telah divalidasi, dengan kerusakan rumah berkisar dari ringan hingga berat.
- Validasi mencakup keabsahan NIK, kartu keluarga, dan domisili sebelum bencana.
Tujuan Pendataan
- Memastikan bantuan dan program rehabilitasi tepat sasaran.
- Menggunakan basis data tunggal sosial ekonomi Indonesia untuk akurasi data.
- Hasil validasi dilaporkan kepada Menko PMK dan Menteri Dalam Negeri untuk tindak lanjut.
Proses pendataan ini diharapkan dapat mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh Tamiang, serta memastikan bahwa bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dampak Jangka Panjang
- Data akurat untuk perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
- Bantuan tepat sasaran bagi warga terdampak bencana.
- Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Tamiang pasca bencana.
Dengan adanya pendataan ini, diharapkan proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh Tamiang dalam jangka panjang.
Edukasi Masyarakat
- Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pendataan.
- Transparansi dan akurasi data untuk keberhasilan rehabilitasi.
- Pemahaman tentang proses validasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
