News
Bupati Aceh Timur Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir di 9 Kecamatan
09 Januari 2026 16:15
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memacu pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat korban banjir yang rumahnya mengalami kerusakan. Pembangunan Huntara dilakukan di 9 kecamatan, termasuk Idi Rayeuk, Simpang Jernih, dan Peureulak, dengan target selesai dalam 10 hari.
Huntara akan dilengkapi dengan fasilitas seperti ranjang, kipas angin, dispenser air, dan akses internet gratis. Pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 15 ribu per jiwa melalui Kementerian Sosial.
Kendala dan Dukungan
- Kendala utama: Pembebasan lahan milik swasta untuk pembangunan Huntara.
- Dukungan pemerintah pusat: Bantuan dana dan logistik untuk memastikan program tepat sasaran.
Target dan Fasilitas
- Target selesai: 15 Januari 2026.
- Fasilitas Huntara: Ranjang, kipas angin, dispenser air, dan akses internet gratis.
Dampak dan Harapan
- Dampak langsung: Membantu warga korban banjir mendapatkan hunian sementara.
- Harapan: Program ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir dan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh Timur.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
- Arahan Presiden Prabowo: Fokus pada percepatan pembangunan Huntara.
- Data akurat: Diperlukan untuk memastikan program tepat sasaran dan efektif.
Dengan adanya Huntara, diharapkan warga korban banjir dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sementara menunggu pemulihan kondisi rumah mereka. Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam menangani dampak bencana di Aceh Timur.
Tantangan dan Solusi
- Tantangan: Pembebasan lahan dan koordinasi dengan pemilik tanah.
- Solusi: Kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemilik tanah untuk memastikan pembangunan Huntara berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Dengan adanya Huntara, diharapkan warga korban banjir dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sementara menunggu pemulihan kondisi rumah mereka. Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam menangani dampak bencana di Aceh Timur.
