News
Bupati Aceh Timur Percepat Huntara untuk Warga Korban Banjir di Idi Rayeuk
09 Januari 2026 17:01
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melakukan ground breaking pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga korban banjir di Kecamatan Idi Rayeuk. Pembangunan ini dimulai dengan 24 unit Huntara yang diprioritaskan untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal layak menjelang bulan suci Ramadan dan hari meugang.
Huntara akan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti ranjang, kipas angin, dispenser, dan akses internet gratis. Target pembangunan adalah 10 hari dan ditargetkan selesai pada tanggal 15. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan BUMN dan pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan penghuni Huntara.
Detail Pembangunan Huntara
- Lokasi: Kecamatan Idi Rayeuk, dengan total 24 unit Huntara
- Fasilitas: Ranjang, kipas angin, dispenser, dan akses internet gratis
- Target Selesai: 10 hari dari ground breaking
- Dukungan: BUMN (PT Adhi Karya) dan BNPB
Tantangan dan Solusi
- Kendala Lahan: Beberapa lokasi menggunakan lahan milik pemerintah pusat dan swasta
- Solusi: Pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk pembebasan lahan
Koordinasi dan Bantuan
- Bantuan Logistik: Pemerintah daerah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder
- Bantuan Keuangan: Pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp 15.000 per jiwa melalui Kementerian Sosial
Pernyataan Bupati
Bupati Al-Farlaky menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Huntara untuk memastikan warga korban banjir dapat melalui bulan suci Ramadan dan hari meugang dengan tempat tinggal yang layak. Ia juga mengakui kendala lahan dan berharap dukungan dari pemerintah pusat untuk pembebasan lahan.
Dukungan BUMN
Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN Republik Indonesia, Tedi Bharata, menyatakan bahwa BUMN siap membantu pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan secepat mungkin. Ia menekankan pentingnya data yang akurat untuk perencanaan program BUMN dan memastikan Huntara dibangun dengan kualitas yang baik meskipun sifatnya sementara.
