News
Gelembung Gas Muncul di Desa Gunong Cut Nagan Raya, Pemkab Tinjau Potensi Dampak
04 Januari 2026 14:30
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menurunkan tim untuk meninjau gelembung gas yang muncul di permukaan tanah di pinggir Sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur. Fenomena ini terpantau setelah banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Lokasi semburan gas telah dipasangi pembatas sementara dan dipantau secara berkala oleh aparat desa bersama unsur terkait. Pemkab Nagan Raya juga akan melakukan kajian lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.
Detail Fenomena Gelembung Gas
- Lokasi: Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya
- Waktu Muncul: Setelah banjir pada 26 November 2025
- Tindakan Pemkab: Menurunkan tim untuk meninjau dan mengidentifikasi titik-titik keluarnya gas
- Pembatasan: Lokasi telah diamankan dengan pembatas sementara
- Imbauan: Masyarakat diimbau tidak menyalakan api atau mendekati titik keluarnya gas
Koordinasi dan Kajian
- Dinas ESDM Aceh: Akan melakukan kajian untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat
- Hasil Kajian: Akan disampaikan secara resmi setelah pemeriksaan teknis selesai
Dampak Terhadap Masyarakat
- Kondisi Saat Ini: Belum ada laporan mengenai kerusakan atau gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi
- Pemantauan: Aparat desa dan unsur terkait terus memantau lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan
Pemkab Nagan Raya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis diterima dari Dinas ESDM Aceh.
Kesimpulan
Fenomena gelembung gas di Desa Gunong Cut, Nagan Raya, sedang ditinjau oleh tim dari Pemkab Nagan Raya dan Dinas ESDM Aceh. Masyarakat diimbau untuk menjauh dari lokasi dan tidak menyalakan api hingga hasil kajian resmi diterbitkan. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan signifikan terhadap aktivitas warga.
