News
Dinkes Aceh Berikan Imunisasi Tambahan untuk Anak di Huntara
04 Januari 2026 10:42
Dinas Kesehatan Aceh melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) menurunkan tim vaksinasi untuk mengantisipasi penularan penyakit di wilayah terdampak banjir. Imunisasi tambahan ini diberikan untuk anak usia 9–59 bulan guna mencegah penyakit seperti campak dan tuberkulosis (TBC), terutama menjelang relokasi warga ke hunian sementara (huntara).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan bahwa imunisasi tambahan ini penting agar anak-anak tetap terlindungi dan tidak membawa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi saat menempati huntara. Selain itu, Dinkes Aceh juga memberangkatkan 126 personel kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch V untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di tujuh kabupaten/kota di Aceh.
Detail Penurunan Tim EMT
- Total tenaga kesehatan: Lebih dari 700 orang
- Wilayah sasaran: Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues
- Durasi tugas: Hingga 8 Januari 2026
- Komposisi tim: Dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana
Fokus Pelayanan Kesehatan
- Kelompok rentan: Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lansia
- Transisi layanan: Setelah EMT Batch V ditarik, pelayanan kesehatan akan sepenuhnya diambil alih oleh puskesmas setempat
- Akses fasilitas: Seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah dapat diakses
Ferdiyus menekankan pentingnya kesinambungan layanan kesehatan bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian. Ia berharap kehadiran EMT Batch V dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November lalu.
Dampak Jangka Panjang
- Pencegahan penyakit: Imunisasi tambahan untuk anak-anak
- Kesiapan transisi: Pelayanan kesehatan akan diambil alih oleh puskesmas setempat
- Kesinambungan layanan: Memastikan keberlanjutan layanan kesehatan setelah masa tanggap darurat berakhir
