Timeline Aceh
aceh.antaranews.com
aceh.antaranews.com

Mahasiswa Aceh Tamiang Bangun Huntara untuk Korban Banjir dengan Gaji Rp150 Ribu per Hari

04 Januari 2026 14:13

Dua mahasiswa aktif di Kota Langsa, Aceh, Deva dan Riki, bergabung sebagai tenaga kerja dalam proyek pembangunan 600 unit rumah hunian sementara (Huntara) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Mereka bekerja sebagai pembantu tukang dengan gaji Rp150 ribu per hari, dan jika lembur, gaji bisa mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

Deva dan Riki tidak hanya mencari uang jajan, tetapi juga ingin berkontribusi membantu korban banjir yang saat ini tinggal di tenda-tenda. Mereka berharap Huntara cepat selesai dibangun agar pengungsi bisa segera direlokasi.

Kontribusi Mahasiswa dalam Pembangunan Huntara

  • Gaji dan Jam Kerja: Deva dan Riki bekerja dari pukul 07.30 hingga 17.00 WIB dengan gaji Rp150 ribu per hari. Jika lembur, gaji bisa mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
  • Tujuan Mulia: Selain mengisi waktu libur kuliah, mereka ingin berkontribusi membantu korban banjir yang kehilangan tempat tinggal.
  • Harapan: Mereka berharap pemerintah daerah tidak ada nepotisme dalam pembagian bangunan Huntara, dan diutamakan untuk warga setempat yang betul-betul mengungsi.

Lokasi dan Fasilitas Huntara

  • Lokasi Strategis: Huntara berlokasi di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, bertetangga dengan Masjid Darussalam.
  • Fasilitas Dasar: Rumah huntara dilengkapi dengan dua dipan dan kasur, serta taman untuk anak-anak bermain. Bahkan, terdapat wifi gratis.

Apresiasi Presiden Prabowo

  • Presiden Prabowo telah meninjau langsung rumah Huntara di Aceh Tamiang dan memberikan apresiasi kepada direktur BUMN Karya.
  • "600 rumah dalam delapan hari, bukti Danantara serius dan selalu bersama untuk masyarakat Indonesia," ujar Prabowo di hadapan CEO Danantara Rosan dan COO Danantara Dony Oskaria.

Dampak Banjir di Aceh Tamiang

  • Banjir bandang yang terjadi 37 hari lalu membawa kayu dan lumpur, menghancurkan rumah-rumah warga.
  • Banyak rumah yang hanyut, roboh, dan tidak berbentuk lagi, membuat warga harus mengungsi dan tinggal di tenda-tenda.
Mahasiswa Aceh Tamiang Bangun Huntara untuk Korban Banjir dengan Gaji Rp150 Ribu per Hari
0123456789