News
DAMRI Buka Rute Banda Aceh–Jantho & Sinabang, Tarif Hanya Rp10 Ribu PP
07 Januari 2026 10:07
DAMRI resmi membuka rute baru yang menghubungkan Banda Aceh dengan Jantho dan Sinabang via Pelabuhan Calang. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp10 ribu PP setelah periode gratis selama seminggu.
Rute perintis ini merupakan solusi transportasi hemat bagi masyarakat yang beraktivitas antara Banda Aceh dan Jantho, serta meningkatkan konektivitas darat menuju wilayah kepulauan Simeulue. DAMRI juga menyediakan sistem pemesanan tiket online untuk kemudahan penumpang.
Detail Rute dan Jadwal
- Rute Banda Aceh–Jantho: Jadwal keberangkatan telah ditentukan dengan tarif Rp10 ribu PP setelah periode gratis.
- Rute Banda Aceh–Sinabang via Pelabuhan Calang: Menghubungkan Banda Aceh dengan Terminal Sinabang, meningkatkan akses transportasi ke wilayah kepulauan.
Manfaat bagi Masyarakat
- Tarif Terjangkau: Hanya Rp10 ribu PP setelah periode gratis, dibandingkan tarif normal Rp35 ribu.
- Konektivitas Meningkat: Memudahkan akses transportasi antarwilayah, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan angkutan umum.
- Pemesanan Online: Masyarakat dapat memesan tiket secara digital untuk memastikan ketersediaan dan jadwal perjalanan.
DAMRI berkomitmen untuk mendukung pemerataan akses transportasi di Aceh, termasuk wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan angkutan umum. Dengan hadirnya rute baru ini, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dan nyaman.
Subsidi Pemerintah
- Gratis Seminggu: Untuk rute Jantho, tidak dipungut biaya selama seminggu pertama.
- Subsidi Tarif: Pemerintah mensubsidi tarif sehingga menjadi Rp10 ribu PP, lebih terjangkau dari tarif normal.
DAMRI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini secara optimal dan mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Dengan adanya rute baru ini, diharapkan mobilitas dan konektivitas masyarakat Aceh dapat meningkat secara signifikan.
Dampak Jangka Panjang
- Peningkatan Ekonomi: Akses transportasi yang lebih baik dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha.
- Pemerataan Pembangunan: Memudahkan akses ke wilayah-wilayah terpencil, mendukung pemerataan pembangunan di Aceh.
- Kenyamanan Masyarakat: Layanan transportasi yang nyaman dan terjangkau dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh.
