News
7 Gampong di Aceh Hilang Terseret Banjir, Warga Mengungsi Masal
06 Januari 2026 20:07
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 menyebabkan beberapa gampong dan dusun hilang. Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh menunjukkan bahwa pemukiman warga lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni.
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa desa dan dusun yang terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya. Seluruh penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.
Dampak Bencana di Berbagai Kabupaten
- Aceh Tamiang: Beberapa desa di Kecamatan Sekerak seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang hilang.
- Aceh Utara: Satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dudun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang.
- Nagan Raya: Desa Beutong Ateuh Banggalang di Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak mengalami kerusakan parah.
- Aceh Tengah: Desa Bintang Pupara dan Kalasegi di Kecamatan Ketol dan Bintang hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat.
- Gayo Lues: Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung hilang.
- Aceh Tenggara: Satu dusun di Kecamatan Ketambe dinyatakan hilang.
- Pidie Jaya: Satu dusun di Desa Blang Awe di Kecamatan Meureudu mengalami kondisi yang sama.
Upaya Penanganan
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan, termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Aktivitas pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat berjalan normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.
Dampak bencana ini sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat Aceh, terutama dalam hal pemukiman dan aktivitas sehari-hari. Upaya pemulihan dan rekonstruksi diperlukan untuk mengembalikan kondisi masyarakat ke keadaan yang lebih baik.
