News
39 Gempa Guncang Aceh dalam Sepekan, 7 Dirasakan Warga di Berbagai Kabupaten
8 jam yang lalu
Dalam periode 9–15 Januari 2026, wilayah Aceh diguncang sebanyak 39 kali gempa bumi, dengan 7 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Data ini dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, yang mencatat aktivitas seismik terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh, baik di daratan maupun laut.
Kepala BMKG Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyatakan bahwa gempa dirasakan di beberapa kabupaten, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Dari total kejadian, 36 gempa berkedalaman dangkal, sementara sisanya tergolong gempa menengah.
Detail Aktivitas Gempa
- Frekuensi harian: Aktivitas gempa tertinggi terjadi pada 9 Januari 2026 dengan 11 kejadian. Pada hari-hari berikutnya, jumlah gempa berfluktuasi antara 3 hingga 6 kejadian per hari.
- Kekuatan gempa: 30 gempa bermagnitudo di bawah 3, sementara 9 gempa bermagnitudo antara 3 hingga kurang dari 5. Tidak tercatat gempa berkekuatan magnitudo 5 atau lebih.
- Penyebaran wilayah: Gempa terjadi di berbagai kabupaten, dengan sebagian besar dirasakan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat dianjurkan untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG apabila terjadi peningkatan aktivitas seismik. Meskipun tidak ada gempa besar yang tercatat, aktivitas seismik yang tinggi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Dampak dan Kesiapsiagaan
- Kesiapsiagaan masyarakat: Warga diimbau untuk selalu siap dengan rencana evakuasi dan perlengkapan darurat.
- Pemantauan terus-menerus: BMKG terus memantau aktivitas seismik untuk memberikan peringatan dini jika diperlukan.
- Pendidikan publik: Pentingnya edukasi tentang mitigasi bencana dan langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa.
Dengan aktivitas seismik yang tinggi, masyarakat Aceh diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan bencana alam di masa depan.
