News
393 Siswa Lhokseumawe Belum Ujian Akibat Banjir, Sekolah Beradaptasi
03 Januari 2026 12:01
Banjir yang melanda Kota Lhokseumawe beberapa waktu lalu berdampak pada proses pendidikan. Sebanyak 393 siswa dari berbagai sekolah negeri dan swasta belum dapat mengikuti ujian akibat bencana tersebut. Data ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Lhokseumawe, Taruna Putra Satya.
Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan kembali aktif mulai 5 Januari 2026. Namun, beberapa sekolah masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir. Pemerintah kota telah melakukan pendataan dan melaporkan dampak banjir ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan.
Dampak Banjir pada Pendidikan
- 393 siswa dari sekolah negeri dan swasta belum mengikuti ujian.
- Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan kembali aktif mulai 5 Januari 2026.
- Beberapa sekolah masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana.
- Pemerintah kota telah melaporkan dampak banjir ke pemerintah pusat.
Adaptasi Sekolah
Sekolah diharapkan menjadi ruang aman bagi siswa yang terdampak bencana. Selain mengejar capaian akademik, sekolah juga perlu memahami kondisi psikologis murid. Taruna menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan rasa aman dan ketenangan jiwa bagi siswa.
Dukungan Antarsiswa
Taruna mengajak para siswa untuk saling menguatkan satu sama lain agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi musibah. Dukungan antarsiswa diharapkan dapat membantu mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini.
Harapan Pemerintah
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap bantuan penggantian mobiler yang rusak dapat segera direalisasikan. Sementara itu, sekolah akan beradaptasi dengan kondisi yang ada untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan siswa yang terdampak banjir dapat segera kembali ke rutinitas belajar mereka dan meraih prestasi yang optimal. Sekolah dan pemerintah terus berupaya untuk memulihkan kondisi pendidikan di Lhokseumawe pasca-bencana.
