News
Nasi dengan Lauk Picu Inflasi Tertinggi di Lhokseumawe Pascabencana
06 Januari 2026 11:01
Inflasi pascabencana di Lhokseumawe mencapai 2,39% pada Desember 2025, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. Meskipun angka ini cukup tinggi, Lhokseumawe tetap menjadi wilayah dengan inflasi terendah di Aceh dibandingkan Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Nasi dengan lauk menjadi penyumbang inflasi tertinggi, dengan kontribusi 0,43% secara month-to-month (m-to-m). Diikuti oleh ikan tongkol (0,34%) dan beras (0,19%). Sementara itu, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara year-on-year (y-on-y) dengan 0,64%, disusul ikan tongkol (0,58%) dan nasi dengan lauk (0,19%).
Dampak Inflasi terhadap Kehidupan Sehari-hari
- Nasi dengan lauk menjadi komoditas dengan dampak inflasi tertinggi, menunjukkan tekanan pada pengeluaran pokok masyarakat.
- Ikan tongkol dan beras juga mengalami kenaikan harga, mempengaruhi biaya hidup warga Lhokseumawe.
- Emas perhiasan mengalami kenaikan signifikan dalam setahun terakhir, langsung dirasakan oleh masyarakat.
Perbandingan Inflasi di Aceh
- Banda Aceh: 3,08% (m-to-m)
- Meulaboh: 2,44% (m-to-m)
- Aceh Tengah: 4,95% (m-to-m)
- Aceh Tamiang: 4,74% (m-to-m)
Deflasi pada Cabai Merah
Di sisi lain, cabai merah mengalami deflasi akibat panen raya di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah pada Desember 2025. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat dalam hal pengeluaran dapur.
Meskipun inflasi masih menjadi tantangan, Lhokseumawe menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Aceh. Masyarakat diharapkan dapat mengelola pengeluaran dengan bijak menghadapi kenaikan harga komoditas pokok ini.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah dan stakeholder terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi di Lhokseumawe pascabencana.
Langkah-langkah Mitigasi
- Pemantauan harga secara berkala untuk komoditas pokok.
- Peningkatan produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
- Program bantuan sosial yang ditargetkan untuk kelompok masyarakat yang paling terdampak inflasi.
