News
Air Bersih Pertamina Atasi Krisis Warga Aceh Tamiang Pasca Banjir
03 Januari 2026 21:22
Banjir yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak serius bagi warga, terutama dalam hal akses air bersih. Sebagian besar sumber air warga tercemar lumpur, membuat mereka terpaksa menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan berdampak langsung pada kesehatan dan sanitasi masyarakat.
Namun, harapan mulai muncul dengan kedatangan bantuan air bersih dari Pertamina Peduli. Warga seperti Yanti dan Putera kini dapat mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali. Bantuan ini tidak hanya berupa distribusi air, tetapi juga pemulihan sumber air warga melalui reaktivasi sumur-sumur yang rusak.
Dampak Bantuan Air Bersih
- 1,7 juta liter air bersih telah disalurkan oleh Pertamina Peduli sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
- 191 unit mobil tangki digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke berbagai wilayah di Aceh Tamiang.
- 12 sumur telah berhasil direaktivasi di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, dan Karang Baru.
Posko Medis 24 Jam
Selain bantuan air bersih, Pertamina Peduli juga menyediakan Posko Medis yang bersiaga 24 jam. Posko ini menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana. Keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana.
Komitmen Pertamina Peduli
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli. Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi dengan Wanadri dan TNI juga dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan efektif dan efisien.
Dengan adanya bantuan ini, warga Aceh Tamiang dapat mulai membangun kembali kehidupan mereka pascabencana. Air bersih dan layanan kesehatan yang tersedia menjadi fondasi penting untuk pemulihan dan pembangunan yang berkelanjutan.
