News
Muhsin Said Gerakkan Ekonomi Warga Bireuen dari Lidi Kelapa Sapu Taman
2 hari yang lalu
Di Gampong Gunci, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Muhsin Said (52) memproduksi sekitar 1.500 unit sapu taman dari lidi kelapa setiap hari. Usaha rumahan ini melibatkan 30 warga setempat, mayoritas ibu rumah tangga, yang kini memiliki penghasilan tambahan dari merangkai lidi-lidi kelapa menjadi sapu taman berkualitas.
Muhsin merintis usaha ini sejak lima tahun lalu setelah berkenalan dengan seorang pengusaha asal Sragen, Jawa Tengah, melalui Facebook. Bahan baku sapu taman berasal dari pelepah daun kelapa kering yang mudah ditemukan di sekitar kampung. Dengan ketekunan, Muhsin memproduksi sapu secara konsisten dan memasarkannya secara door to door, mulai dari Bireuen hingga Aceh Tamiang.
Dampak Ekonomi dan Sosial
- Pemberdayaan Perempuan: Mayoritas pekerja adalah ibu rumah tangga yang kini memiliki penghasilan tambahan.
- Pemanfaatan Sumber Daya Lokal: Bahan baku berasal dari pelepah daun kelapa kering yang mudah ditemukan di sekitar kampung.
- Peluang Ekonomi Baru: Usaha ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi keluarga Muhsin, tetapi juga membuka ruang kerja bagi perempuan-perempuan di kampungnya.
Inovasi dan Keberanian
- Membaca Peluang: Muhsin melihat peluang dari hal sederhana, yaitu lidi kelapa, dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.
- Keberanian Mengambil Risiko: Ia berani mengambil risiko dengan memulai usaha baru dan membangun jaringan lintas daerah dan budaya.
- Konsistensi dan Kepercayaan: Dengan ketekunan, Muhsin memproduksi sapu secara konsisten dan membangun kepercayaan pembeli satu per satu.
Kisah Muhsin Said bukan sekadar tentang sapu taman. Ini adalah cerita tentang membaca peluang dari hal sederhana, keberanian mengambil risiko, serta membangun jaringan lintas daerah dan budaya. Dari lidi kelapa, ia tidak hanya menggerakkan roda ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang kerja bagi perempuan-perempuan di kampungnya.
Produk Turunan Kelapa
- Sapu Taman: Produk utama yang diproduksi oleh Muhsin dan timnya.
- Arang Batok Kelapa: Selain sapu taman, Muhsin juga dikenal sebagai pengusaha arang batok kelapa.
Dengan usahanya, Muhsin menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dapat menggerakkan ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat, terutama perempuan, di Bireuen.
