Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Guru Sukarelawan Aceh Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

08 Januari 2026 08:06

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November lalu meninggalkan dampak yang mendalam bagi dunia pendidikan di daerah tersebut. Sekolah dan pesantren yang menjadi pusat pembelajaran terendam lumpur tebal, menghentikan aktivitas belajar mengajar. Dalam situasi sulit ini, guru-guru sukarelawan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh bergerak untuk membantu pemulihan.

Rombongan guru yang berangkat dari Banda Aceh menghadapi perjalanan panjang dan melelahkan. Mereka tiba di Aceh Tamiang dengan niat tulus untuk membersihkan sekolah dan pesantren yang terdampak banjir. Tanpa atribut berlebihan atau agenda seremonial, mereka langsung bekerja membersihkan lumpur dan memperbaiki ruang-ruang kelas yang rusak.

Kondisi Sekolah dan Pesantren Pasca Banjir

  • SMAN 1 Karang Baru: Lumpur cokelat pekat menutupi hampir seluruh area sekolah dengan ketebalan sekitar 30 cm. Ruang guru dan kelas porak-poranda, meja-meja telungkup, dan buku-buku terendam lumpur.
  • Pondok Pesantren Darul Mukhlisin: Tumpukan kayu besar menggunung di berbagai sudut, terseret air bah. Asrama santri, ruang belajar, dan fasilitas penunjang rusak parah.

Upaya Pemulihan

  • Pembersihan Sekolah: Para sukarelawan membersihkan ruang guru dan kelas di SMAN 1 Karang Baru. Dengan peralatan seadanya dan pasokan air terbatas, mereka bekerja gotong royong untuk mengembalikan fungsi ruang belajar.
  • Trauma Healing: Di kamp pengungsian Sungai Liput, guru-guru memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak pengungsi melalui permainan sederhana, nyanyian, dan interaksi hangat.

Harapan dan Solidaritas

Kehadiran guru sukarelawan menjadi harapan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk kembali beraktivitas pendidikan. Seorang ibu pengungsi mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan anak-anak yang belum bisa kembali bersekolah. Ia berharap uluran tangan tidak berhenti dan anak-anak terus didampingi.

Di tengah duka dan kelelahan, solidaritas dan gotong royong menjadi jembatan menuju harapan. Aceh Tamiang mulai bangkit, tidak sendiri, tetapi bersama.

Guru Sukarelawan Aceh Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
0123456789