Wali Kota Subulussalam, M Rasyid, mengajukan empat program prioritas di daerahnya untuk ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Kementerian PPN/Bappenas. Program ini meliputi pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya, penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, dan penanganan tanjakan Kedabuhen yang populer dengan istilah program Kelok Delapan Kedabuhen.
Program-program ini bertujuan untuk membuka akses wilayah terisolasi, memperlancar distribusi hasil pertanian, mengurangi risiko banjir dan bencana, serta meningkatkan keselamatan masyarakat di jalur rawan kecelakaan.
Program Prioritas
-
Pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen: Jalan ini merupakan akses strategis baru yang akan membuka keterisolasian wilayah pedalaman serta mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara. Jalan ini akan mendukung ekonomi masyarakat, mobilitas hasil pertanian, ketahanan pangan, serta konektivitas antar wilayah.
-
Pembangunan Kanal Oboh: Program ini sangat mendesak mengingat tingginya risiko banjir tahunan yang berdampak langsung terhadap permukiman, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Kanal Oboh diharapkan menjadi solusi sistem pengendalian banjir terpadu yang mampu mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman.
-
Penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat: Ruas ini merupakan koridor vital yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana longsor, pohon tumbang, serta kecelakaan lalu lintas fatal. Kondisi geografis berupa tebing curam di satu sisi dan jurang dalam di sisi lainnya menjadikan ruas ini sebagai salah satu titik rawan nasional (blackspot).
-
Penanganan tanjakan Kedabuhen: Tanjakan Kedabuhen merupakan titik kritis yang berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik tebing curam dan jurang dalam, yang setiap hari berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Program ini diharapkan mampu menyelamatkan nyawa masyarakat pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan fatal secara signifikan.
Dampak dan Manfaat
-
Peningkatan Ekonomi: Program ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan melalui efisiensi distribusi hasil pertanian dan penurunan biaya logistik.
-
Keselamatan Masyarakat: Penanganan jalan rawan kecelakaan dan pembangunan kanal pengendali banjir akan meningkatkan keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko bencana.
-
Konektivitas Antar Wilayah: Program ini akan mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara, memperkuat jaringan transportasi, dan mendukung kelancaran distribusi logistik.
-
Ketahanan Pangan: Program ini akan mendukung ketahanan pangan regional melalui kelancaran suplai bahan pangan dan peningkatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Wali Kota Subulussalam berharap dukungan Pemerintah Pusat agar seluruh program ini dapat segera direalisasikan demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaNelayan Aceh Waspada Gelombang 4 Meter dan Hujan Lebat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Aceh pada 22-24 Mei 2026, memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk...
Warga Langkahan Dapat 7 Lokasi Huntap Baru Pasca Banjir","PublicImpact":88,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":85,"Education":70,"FinalScore":82,"Summary":"Pemkab Aceh UtaraMen
Syarat lokasi relokasi harus bebas dari zona merah banjir. Salah satunya jarak lokasi dari bibir sungai minimal lebih dari 100 meter
APDESI Aceh Khawatir, Minta Gampong Terlibat dalam JKA Baru
BANDA ACEH - Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh, Bahrul Fazal, meminta Pemerintah Aceh melibatkan perwakilan...
: developer perumahan aceh hadapi lonjakan harga batu bata hingga rp1.200
“Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa perhatian serius, kami khawatir banyak developer di Aceh ambruk.” ZULKIFLI HM JUNED, Ketua DPD REI Aceh


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.