News
Kasus Kekerasan Anak di Aceh Jaya Meningkat: 13 Kasus Sepanjang 2025
4 jam yang lalu
Kasus kekerasan terhadap anak di Aceh Jaya terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 13 kasus kekerasan terhadap anak, dengan mayoritas merupakan kekerasan seksual. Hal ini mendorong Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Jaya, Ny. Desi Maulidar, untuk mengunjungi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Jakarta.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Desi Maulidar menekankan bahwa isu perlindungan anak membutuhkan perhatian serius dan dukungan lintas sektor, termasuk penguatan kebijakan, pendampingan, serta edukasi berkelanjutan hingga ke tingkat keluarga dan desa.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
-
Sinergi Program: TP PKK Aceh Jaya mendorong adanya sinergi program antara pusat dan daerah, khususnya dalam peningkatan kapasitas kader PKK, penguatan peran UPTD PPA, serta perluasan jangkauan sosialisasi perlindungan anak hingga ke tingkat desa.
-
Pendekatan Berbasis Komunitas: Desi Maulidar menyoroti pentingnya pendekatan berbasis komunitas dan nilai keagamaan sebagai langkah preventif. Kolaborasi dengan tokoh agama dan lembaga kemasyarakatan dianggap strategi efektif dalam membangun kesadaran bersama terkait bahaya kekerasan terhadap anak.
-
Peran Aktif Keluarga: TP PKK Aceh Jaya akan terus mendorong peran aktif keluarga melalui pola komunikasi yang sehat dan pengasuhan yang aman, sehingga anak-anak memiliki ruang untuk terbuka dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan Kementerian PPPA dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi tumbuh kembang anak.
Dampak dan Harapan
-
Dampak Langsung: Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Aceh Jaya menjadi alarm bagi semua pihak. Keluarga sebagai benteng pertama perlu diperkuat, namun negara juga harus hadir melalui sistem perlindungan yang kuat dan berkelanjutan.
-
Harapan ke Depan: Dengan adanya dukungan program dan fasilitasi dari Kementerian PPPA, upaya pencegahan tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar dirasakan oleh keluarga dan anak-anak di desa.
