News
Ibu-Ibu Bank Aceh Syariah Bawa Harapan di Pengungsian Banjir Aceh Timur
10 Januari 2026 16:50
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh meninggalkan jejak kelelahan dan ketidakpastian bagi warga yang bertahan di pengungsian. Di tengah kondisi ini, Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) hadir dengan misi besar untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban banjir di Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Panton Labu, Aceh Utara.
Rombongan PIKABAS tidak hanya membawa paket sembako dan perlengkapan logistik, tetapi juga kepedulian, empati, dan ketulusan. Mereka menyadari bahwa musibah tidak pernah memilih siapa yang terdampak, dan oleh karena itu, mereka hadir untuk memberikan solusi dan harapan.
Bantuan dan Dukungan
- Perlengkapan Sekolah dan Snack: PIKABAS memberikan perlengkapan sekolah dan snack kepada anak-anak di lokasi pengungsian. Ini bukan sekadar barang, melainkan tanda bahwa mereka tidak sendiri.
- Layanan Kesehatan Gratis: PIKABAS menghadirkan layanan kesehatan gratis oleh dokter spesialis. Para ibu yang biasanya berperan di balik layar, kali ini hadir langsung sebagai tenaga medis, mendengarkan keluhan warga, memeriksa kesehatan, dan memberi pengobatan.
- Kunjungan ke Pondok Pesantren: Rombongan PIKABAS singgah di Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin, menyapa santri dan pengasuh yang turut terdampak. Di setiap titik, yang dibagikan bukan hanya bantuan, tetapi juga pelukan, doa, dan silaturahmi.
Dampak dan Harapan
- Semangat Belajar Anak-Anak: Mata kecil yang semula sayu perlahan berbinar ketika menerima tas dan buku baru. Bagi mereka, ini adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri.
- Kesehatan Warga: Setelah banjir, penyakit sering datang diam-diam. PIKABAS ingin warga tidak hanya kenyang, tetapi juga sehat dan kuat untuk bangkit.
- Harapan dan Semangat: Dari tangan-tangan ibu yang menyentuh dengan kasih, dari dokter yang memeriksa dengan tulus, dan dari senyum anak-anak yang kembali merekah, harapan itu kembali tumbuh.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, mengingatkan bahwa kepedulian adalah napas dari lembaga yang tumbuh bersama masyarakat. "Saat masyarakat berduka, kita tidak boleh absen. Hadir dan memberi solusi adalah bentuk pengabdian," pesannya.
Aksi PIKABAS Peduli mungkin tidak mampu menghapus seluruh duka akibat banjir. Namun dari tangan-tangan ibu yang menyentuh dengan kasih, dari dokter yang memeriksa dengan tulus, dan dari senyum anak-anak yang kembali merekah, harapan itu kembali tumbuh. Di tengah lumpur dan genangan yang tersisa, PIKABAS membuktikan bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, mengalir lebih jernih dari banjir itu sendiri.
