News
Jembatan Rapuh di Aceh: Petani Terjatuh, Warga Bangun Harapan Baru
2 jam yang lalu
Di sebuah pagi yang tenang di Simpang Balik, Dusun Wih Kuning, Aceh, Gunawan, seorang petani kopi, memulai hari seperti biasa. Ia dan kakaknya melintasi jembatan darurat penghubung Suka Jadi–Lut Kucak, satu-satunya akses bagi warga setempat. Namun, jembatan yang dibangun seadanya itu kembali "memakan korban". Sepeda motor yang dikendarai Gunawan oleng, dan ia terjatuh ke sungai di bawah jembatan. Tubuhnya terluka di bagian kepala dan segera dilarikan ke Puskesmas Pante Raya.
Kecelakaan ini menyoroti kondisi infrastruktur yang membahayakan kehidupan sehari-hari warga. Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antar kampung, tetapi urat nadi kehidupan. Dari sanalah hasil bumi dibawa keluar, anak-anak pergi ke sekolah, dan keluarga saling terhubung. Setiap kali melintas, warga selalu merasa was-was.
Harapan Baru di Tengah Kecemasan
Ironisnya, di hari yang sama dengan kecelakaan itu, harapan baru mulai diletakkan. Warga bersama relawan menggelar peletakan batu pertama pembangunan jembatan darurat baru. Pembangunan ini didukung oleh tim donasi "KITA BISA" dari Jakarta, yang menghimpun bantuan dari masyarakat luas.
- Jembatan baru diharapkan dapat mengurangi kecemasan warga setiap kali melintas.
- Bantuan donasi dari luar Aceh menunjukkan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur di daerah.
- Kisah Gunawan menjadi pengingat tentang pentingnya infrastruktur yang aman bagi masyarakat.
Bagi warga Wih Pesam, jembatan baru itu bukan hanya tentang akses. Ia adalah tentang rasa aman dan kehidupan yang seharusnya berjalan tanpa taruhan nyawa.
