Di sebuah pagi yang tenang di Simpang Balik, Dusun Wih Kuning, Aceh, Gunawan, seorang petani kopi, memulai hari seperti biasa. Ia dan kakaknya melintasi jembatan darurat penghubung Suka Jadi–Lut Kucak, satu-satunya akses bagi warga setempat. Namun, jembatan yang dibangun seadanya itu kembali "memakan korban". Sepeda motor yang dikendarai Gunawan oleng, dan ia terjatuh ke sungai di bawah jembatan. Tubuhnya terluka di bagian kepala dan segera dilarikan ke Puskesmas Pante Raya.
Kecelakaan ini menyoroti kondisi infrastruktur yang membahayakan kehidupan sehari-hari warga. Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antar kampung, tetapi urat nadi kehidupan. Dari sanalah hasil bumi dibawa keluar, anak-anak pergi ke sekolah, dan keluarga saling terhubung. Setiap kali melintas, warga selalu merasa was-was.
Harapan Baru di Tengah Kecemasan
Ironisnya, di hari yang sama dengan kecelakaan itu, harapan baru mulai diletakkan. Warga bersama relawan menggelar peletakan batu pertama pembangunan jembatan darurat baru. Pembangunan ini didukung oleh tim donasi "KITA BISA" dari Jakarta, yang menghimpun bantuan dari masyarakat luas.
- Jembatan baru diharapkan dapat mengurangi kecemasan warga setiap kali melintas.
- Bantuan donasi dari luar Aceh menunjukkan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur di daerah.
- Kisah Gunawan menjadi pengingat tentang pentingnya infrastruktur yang aman bagi masyarakat.
Bagi warga Wih Pesam, jembatan baru itu bukan hanya tentang akses. Ia adalah tentang rasa aman dan kehidupan yang seharusnya berjalan tanpa taruhan nyawa.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Timur Harapkan Solusi Lahan PT Bumi Flora lewat Mediasi
Dalam kesempatan itu, kata dia, masing-masing perwakilan sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya.
Warga Aceh Menanti Respons Gubernur Soal Cabut JKA","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":80,"Evidence":65,"LongTermValue":70,"Education":55,"FinalScore":77,"Summary":"Massa aksi menolak Pergub
Pantauan Serambinews.com di lokasi, jumlah massa yang bertahan hingga malam ini terlihat lebih sedikit dari massa yang hadir pada siang tadi.
Ibu Aceh Singkil Raih Panen Bawang Merah Via Benih Biji","PublicImpact":9,"Credibility":9,"Urgency":6,"Evidence":7,"LongTermValue":9,"Education":7,"FinalScore":83,"Summary":"Pemkab Aceh Singkil kolab
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil berkolaborasi dengan NGO mitra pembangunan berhasil mengembangkan budidaya bawang merah
Empati Warga Pidie Jaya: USK Kirim 1.050 Mahasiswa Bantu Bangun Usaha
PIDIE JAYA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., mengapresiasi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.