News
Diaspora Aceh Desak Status Darurat Nasional di Markas PBB untuk Penanganan Bencana
06 Januari 2026 08:42
Diaspora Aceh yang tergabung dalam Aceh Community Center (ACC) menggelar aksi damai di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk menetapkan status darurat nasional guna menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Koordinator aksi, Musdar Arsyad, menyatakan bahwa lebih dari satu bulan pascabencana, ribuan warga masih mengungsi dan banyak fasilitas publik, termasuk sekolah, belum berfungsi normal. Hal ini menyebabkan ribuan anak terpaksa menghentikan proses belajar dan hidup dalam ketidakpastian.
Tuntutan Utama Diaspora Aceh
- Penetapan status darurat nasional untuk banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Akses penuh bagi bantuan kemanusiaan internasional untuk mempercepat penanganan bencana.
- Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan yang dinilai berkontribusi terhadap bencana berulang.
- Penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan lahan dan memperparah kerusakan lingkungan.
Dampak Bencana dan Kerusakan Lingkungan
Menurut Musdar, skala kerusakan lingkungan, jumlah pengungsi, serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan telah mencapai tingkat darurat nasional. Praktik deforestasi dan eksploitasi kawasan hutan tanpa pengawasan ketat menjadi faktor penting meningkatnya risiko banjir dan longsor di wilayah tersebut.
ACC menyatakan terbuka untuk dialog dan kerja sama dengan pemerintah. Namun, mereka meminta kejelasan langkah lanjutan, penanggung jawab, serta garis waktu penanganan bencana secara menyeluruh. Jika tidak, ACC akan melanjutkan advokasi damai dan melibatkan komunitas internasional hingga keselamatan dan masa depan warga benar-benar menjadi prioritas.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani bencana serta melindungi lingkungan di Aceh dan wilayah sekitarnya.
