News
Kurikulum Darurat Diterapkan untuk Siswa Aceh Timur Pasca Banjir
06 Januari 2026 19:43
Banjir yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025 meninggalkan dampak besar bagi sektor pendidikan. Sebanyak 173 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP) terdampak, dengan 3 SD rusak total dan hilang terbawa arus. Untuk memastikan keberlangsungan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur menerapkan kurikulum darurat.
Kepala Disdikbud Aceh Timur, Bustami, menyatakan bahwa proses belajar mengajar (KBM) telah dimulai kembali sejak 5 Januari 2026. Kurikulum darurat disesuaikan dengan kondisi sekolah terdampak, termasuk waktu, metode pembelajaran, dan tempat belajar. Siswa yang sekolahnya rusak berat belajar di surau, tenda pengungsian, atau fasilitas sementara lainnya.
Dampak Banjir terhadap Sekolah
- 173 SD dan 50 SMP terdampak banjir.
- 3 SD rusak total dan hilang terbawa arus.
- Beberapa sekolah seperti SMP Negeri 5 Pante Bidari dan SMP Negeri 3 Pante Bidari masih belum bisa digunakan karena kerusakan parah.
Upaya Pemulihan
- Disdikbud berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan fasilitas pendidikan.
- Prioritas utama adalah keselamatan dan keberlangsungan belajar siswa.
- Diharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk pemulihan sektor pendidikan.
Kurikulum darurat ini bertujuan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran esensial tanpa memberatkan mereka maupun tenaga pendidik. Bustami berharap pemulihan sektor pendidikan dapat segera terealisasi untuk memastikan pendidikan anak-anak Aceh Timur tetap berjalan dengan baik.
Lokasi Pembelajaran Sementara
- Surau
- Tenda pengungsian
- Fasilitas sementara lainnya
Dengan adanya kurikulum darurat, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar meskipun dalam kondisi pasca bencana. Disdikbud Aceh Timur berkomitmen untuk memastikan pendidikan tetap berjalan dan siswa dapat terus belajar dengan aman dan nyaman.
Dampak Jangka Panjang
- Pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak.
- Penyesuaian kurikulum untuk memenuhi kebutuhan siswa pasca bencana.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam situasi darurat.
