News
Enam Sekolah di Aceh Tamiang Gunakan Tenda Darurat Pasca Banjir
02 Januari 2026 17:52
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tamiang menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang telah menyiapkan tenda darurat untuk enam sekolah yang terdampak, termasuk SDN 1 Babo, SDN Alur Jambu, SMP Babo, SD Swasta, SMP Swasta Dharma Patra, dan SD Sekumur.
Pembersihan lumpur di sekolah-sekolah terus digencarkan agar proses belajar mengajar dapat dimulai kembali pada 5 Januari 2026. Dari total 459 sekolah di Aceh Tamiang, 394 unit terdampak banjir, dengan rincian 47 unit rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 78 rusak berat. Upaya pemulihan melibatkan ASN dan pihak terkait untuk mempercepat pembersihan dan pemasangan tenda darurat.
Dampak Banjir pada Sekolah
- SDN 1 Babo: Atap ambruk, rusak parah
- SDN Alur Jambu: Tertutup lumpur tebal
- SMP Babo: Rusak berat, lumpur tebal
- SD Swasta dan SMP Swasta Dharma Patra: Lumpur tebal
- SD Sekumur: Hilang tersapu banjir bandang
Upaya Pemulihan
- Pemasangan tenda darurat untuk enam sekolah
- Pembersihan lumpur di sekolah-sekolah yang terdampak
- Kerja sama dengan ASN dan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan
- Target pemulihan: Proses belajar mengajar dimulai kembali pada 5 Januari 2026
Dengan adanya tenda darurat, diharapkan siswa dapat melanjutkan pendidikan mereka sementara proses pemulihan sekolah berlangsung. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelangsungan pendidikan di Aceh Tamiang pasca bencana alam.
Data Terkini
- Total sekolah di Aceh Tamiang: 459 unit
- Sekolah tidak terdampak: 65 unit
- Sekolah terdampak: 394 unit
- Rusak ringan: 47 unit
- Rusak sedang: 269 unit
- Rusak berat: 78 unit
Pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak banjir menjadi prioritas utama untuk memastikan hak pendidikan anak-anak di Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Kerja sama antara pemerintah, ASN, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak.
