News
Banjir Gandapura-Bireuen: 150 Hektare Tambak Udang Rusak, Ekonomi Warga Lumpuh
06 Januari 2026 21:22
Banjir bandang yang melanda Desa Monkeulayu, Gandapura, Bireuen, telah merusak 150 hektare tambak udang dan melumpuhkan ekonomi warga. Pematang-pematang tambak putus, air asin dan lumpur bercampur, menghilangkan fungsi tambak yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Selain itu, banjir juga merusak 15 unit rumah warga secara parah dan mengancam satu unit meunasah yang berada dekat bantaran sungai Peusangan.
Keuchik Desa Mon Keulayu, Ns Agustiar SKep, menyatakan bahwa gampong yang dipimpinnya terdiri atas empat dusun, yakni Dusun Panglima, Arafah, Kuta Batee, dan Leubok Dalam. Banjir besar yang lalu mengubah seluruh kawasan tambak warga menjadi hamparan lumpur luas menyerupai daratan atau lapangan terbuka. Ketebalan lumpur bervariasi, mulai dari 1 sentimeter hingga mencapai 2 meter, membuat mata pencaharian utama warga hilang total dalam sekejap.
Dampak Banjir di Gandapura-Bireuen
- 150 hektare tambak udang rusak dan tidak dapat berfungsi.
- 15 unit rumah warga rusak parah dan puluhan rumah lainnya terendam lumpur.
- Satu unit meunasah terancam longsor.
- Ratusan bongkahan kayu besar menumpuk di muara sungai Dusun Panglima.
- Ekonomi warga lumpuh total karena kehilangan mata pencaharian utama.
Banjir ini menjadi salah satu bencana terparah yang melanda wilayah Gandapura-Bireuen, mengingat tambak udang merupakan sumber ekonomi utama masyarakat setempat. Warga kini berjuang untuk membersihkan lumpur dan memulihkan kehidupan mereka pasca bencana.
Upaya Pemulihan
Warga Desa Monkeulayu telah mulai membersihkan lumpur dan memotong kayu-kayu besar yang menumpuk di muara sungai menggunakan gergaji mesin. Kayu-kayu tersebut kemudian diangkut menggunakan perahu. Namun, pemulihan tambak udang dan rumah-rumah yang rusak masih memerlukan waktu dan bantuan dari berbagai pihak.
Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan penanganan lingkungan yang lebih baik di wilayah Aceh, terutama di daerah yang rentan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
