Banjir bandang yang melanda Peusangan, Bireuen, pada akhir November lalu tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghancurkan puluhan dapur bata milik masyarakat setempat. Keuchik Pante Lhong, Murizal, menyatakan bahwa 20 unit usaha batu merah rusak parah, menyebabkan 300 pekerja kehilangan mata pencaharian. Setiap dapur bata mampu menampung 15 pekerja, sehingga dampak ekonomi dari bencana ini sangat signifikan.
Keuchik Blang Panjoe, Ruslan Abdul Gani, juga melaporkan kondisi serupa di desanya, di mana belasan usaha batu merah hancur dan tertutup lumpur. Meskipun beberapa pemilik usaha mencoba bangkit kembali, mereka membutuhkan dukungan pemerintah untuk memulihkan perekonomian yang telah terpuruk. Banyak warga yang belum memiliki modal untuk memperbaiki dapur bata mereka, sehingga usaha mereka masih terbengkalai.
Dampak Banjir terhadap Usaha Bata
- 20 unit usaha batu merah di Pante Lhong hancur, mempengaruhi 300 pekerja.
- Setiap dapur bata menampung 15 pekerja, sehingga total pekerja yang terdampak mencapai ratusan.
- Bahan baku tanah liat sulit ditemukan setelah banjir, memperburuk kondisi usaha.
- Di Blang Panjoe, belasan usaha batu merah juga hancur dan tertutup lumpur.
Harapan Warga
- Warga berharap dukungan pemerintah untuk pemulihan ekonomi, termasuk bantuan modal dan pendampingan.
- Motivasi dan dukungan moral sangat penting agar warga tidak kehilangan semangat.
- Pemulihan usaha batu merah diharapkan dapat mengembalikan mata pencaharian warga dan menstabilkan perekonomian lokal.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

