News
Banjir Bandang di Bireuen: Bangunan Dayah Nurul Fata Ambruk ke Sungai
3 hari yang lalu
Banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan parah pada Dayah Nurul Fata di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang. Sebagian bangunan dayah yang merupakan konstruksi dua lantai ambruk ke sungai, sementara tiga toko koperasi milik dayah juga hanyut terbawa arus.
Para santri yang biasanya menempati dayah tersebut kini sudah pulang dan tidak berani kembali sejak banjir menerjang. Pihak dayah berharap adanya perhatian dari pemerintah atau pihak terkait untuk membantu pemulihan bangunan dan unit usaha dayah yang rusak.
Dampak Banjir di Dayah Nurul Fata
- Bangunan dayah ambruk: Sebagian bangunan konstruksi dua lantai di ujung barat dayah jatuh ke sungai, sementara bangunan lainnya terancam ambruk.
- Toko koperasi hanyut: Tiga toko yang merupakan unit usaha dayah juga hanyut terbawa banjir.
- Santri pulang: Para santri sudah meninggalkan dayah dan tidak berani kembali karena khawatir akan keamanan.
- Lokasi dayah berubah: Kawasan sekitar dayah yang sebelumnya jauh dari sungai kini menjadi aliran sungai, dengan sungai berada tepat di bawah bangunan dayah.
Harapan Pihak Dayah
Pihak dayah berharap adanya bantuan dari pemerintah atau pihak terkait untuk pemulihan bangunan dan unit usaha dayah yang rusak. Mereka juga berharap agar kondisi dayah dapat kembali normal sehingga para santri dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Kondisi Sekitar Dayah
Dayah Nurul Fata berada di sebelah utara dekat jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen. Lokasi dayah yang sebelumnya jauh dari sungai kini menjadi sangat dekat dengan aliran sungai, yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan stabilitas bangunan dayah di masa depan.
Dampak Jangka Panjang
Kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang ini tidak hanya berdampak pada bangunan fisik dayah, tetapi juga pada kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari para santri. Pemulihan yang cepat dan efektif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa dayah dapat terus berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan di masyarakat.
