News
PLTS Hibrid Portable Umuslim Terangi Hunian Darurat Warga Bireuen
13 jam yang lalu
Banjir yang melanda Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, meninggalkan dampak berat bagi warga. Puluhan keluarga kehilangan rumah atau terpaksa tinggal di hunian darurat karena rumah mereka tidak layak huni. Di tengah kondisi sulit ini, tim dosen Universitas Almuslim (Umuslim) bersama Lazismu Bireuen menghadirkan solusi penerangan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid portable.
PLTS portable dengan daya 3.200 watt ini dipasang di kawasan hunian darurat dan mampu menerangi sekitar 40 kepala keluarga. Sistem ini berbeda dengan PLTS permanen karena dirancang mudah dipindahkan, sehingga dapat dimanfaatkan di berbagai lokasi bencana. Pendanaan proyek ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pengabdian masyarakat tanggap darurat.
Solusi Penerangan Darurat
- PLTS hibrid portable menggunakan smart inverter dan dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
- Dikelola oleh Lazismu Bireuen untuk dimanfaatkan di berbagai lokasi bencana.
- 48 unit hunian darurat dibangun oleh Lazismu dan MDMC untuk 48 keluarga terdampak.
- 20 keluarga kehilangan rumah, sementara sisanya tidak dapat kembali karena rumah berada di daerah aliran sungai (DAS).
Dampak dan Manfaat
- Warga terdampak banjir mendapatkan sumber penerangan di hunian darurat.
- Sistem PLTS portable menjadi solusi inovatif untuk kebutuhan listrik di kondisi darurat.
- Kerja sama antara Umuslim, Lazismu, dan Kemenristek mempercepat pemulihan pasca-bencana.
Dengan adanya PLTS hibrid portable, warga Pante Lhong kini dapat menjalani aktivitas malam hari dengan lebih baik. Inisiatif ini juga menjadi contoh bagaimana teknologi ramah lingkungan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Catatan: PLTS portable ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat di wilayah Bireuen dan sekitarnya, terutama bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana.
Dampak Jangka Panjang:
- Meningkatkan ketahanan energi di wilayah rawan bencana.
- Memberikan pemahaman baru tentang pemanfaatan energi terbarukan di Aceh.
- Membuka peluang kerjasama serupa untuk daerah lain yang membutuhkan.
