DPR RI mempertanyakan pengadaan motor listrik senilai Rp1,39 triliun oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Anggaran tersebut dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara. Pengadaan sekitar 21 ribu unit motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut menuai sorotan karena anggaran berasal dari tahun 2025, sementara penyerahan unit baru dilakukan pada Mei 2026.
Anggota Komisi IX DPR, Pulung Agustanto, menekankan pentingnya tata kelola keuangan negara yang baik, terutama di tengah kondisi fiskal yang sedang tertekan. Ia juga menyoroti dugaan bahwa harga motor listrik yang dibeli lebih tinggi dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Sorotan DPR
- Ketidaksinkronan Informasi: DPR menilai ada perbedaan informasi antara BGN dan Kementerian Keuangan mengenai pengadaan motor listrik.
- Tidak Ada Konsultasi: Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan BGN tidak pernah melaporkan rencana pengadaan tersebut kepada DPR.
- Kejanggalan Distributor: Informasi terkait distributor dan fasilitas produksi motor listrik dinilai belum siap sepenuhnya.
Tanggapan BGN
- Proses Transparan: Kepala BGN, Dadan Hindayana, membantah bahwa pengadaan dilakukan secara mendadak dan menyatakan proses telah mengikuti mekanisme yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 84 Tahun 2025.
- Produk Dalam Negeri: Motor listrik tersebut merupakan produk dalam negeri dengan tingkat komponen lokal (TKDN) mencapai 48,5 persen, dan diproduksi di Citeureup, Jawa Barat.
- Realisasi Pengadaan: Hingga Maret 2026, realisasi pengadaan mencapai 21.801 unit dari total kontrak 25.644 unit. Sisa dana yang tidak terpakai telah dikembalikan ke kas negara.
Komisi IX DPR berencana memanggil BGN dalam rapat pada Senin (13/4/2026) untuk meminta penjelasan langsung mengenai polemik ini.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...
: 1.307 Keluarga Langsa, Aceh Terima Bantuan Rp10,4 Miliar dengan Empati
KBA.ONE, LANGSA – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menyalurkan bantuan stimulan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia senilai Rp10,4 miliar kepada 1.307 kepala keluarga (KK) terdampak ben


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.