News
Banjir Aceh Utara Lumpuhkan Ekonomi Warga, Bantuan Pemerintah Belum Tersalurkan
2 jam yang lalu
Banjir yang melanda Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, dan ratusan desa lainnya di Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025, tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan perekonomian masyarakat hingga 80 persen. Lahan pertanian yang menjadi sumber utama penghasilan warga rusak parah, membuat sebagian besar masyarakat kehilangan mata pencaharian.
Di tengah kondisi sulit tersebut, bantuan yang dijanjikan Pemerintah Pusat hingga kini belum juga diterima oleh warga terdampak. Bantuan yang dinantikan meliputi jatah hidup (jadup) sebesar Rp 15 ribu per jiwa per hari, dan bantuan tunggu hunian tetap (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.
Dampak Ekonomi
- 80 persen perekonomian masyarakat lumpuh akibat banjir.
- Lahan pertanian rusak parah, membuat warga kehilangan mata pencaharian.
- Bantuan pemerintah seperti jatah hidup dan dana pemulihan ekonomi belum tersalurkan.
Pembangunan Hunian Sementara
- Di Dusun Kareung, 40 unit Huntara dalam tahap penyelesaian.
- Di Dusun Teungoh, 157 KK telah menempati Huntara dari 170 KK terdampak.
- Di Dusun Leubok Muku, 84 unit Huntara telah dibangun, namun 11 KK belum menempati karena fasilitas pendukung belum siap.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan agar dapat bertahan dan memulihkan kehidupan mereka pascabencana. Pembangunan hunian sementara dan fasilitas pendukung juga diharapkan segera diselesaikan agar seluruh warga terdampak dapat menempati hunian yang layak.
