Ratusan warga, mayoritas emak-emak, di Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, melakukan aksi unjuk rasa dengan menyegel kantor keuchik. Mereka memprotes ketidakjelasan dan ketidakmerataan distribusi bantuan stimulan untuk korban banjir. Warga mengklaim bantuan lebih banyak diterima oleh keluarga keuchik dan aparatur desa, sementara korban banjir lainnya tidak mendapatkan bantuan.
Aksi yang berlangsung dari pagi hingga siang itu dikawal oleh pihak Kepolisian dari Polsek Darul Makmur dan unsur TNI. Aksi berakhir setelah penjelasan dari pihak kepolisian dan perwakilan warga melanjutkan tuntutan ke DPRK Nagan Raya.
Kronologi Aksi
- Massa yang mencapai 100 orang lebih, mayoritas emak-emak, menyegel kantor keuchik dengan memalang pintu depan.
- Warga meneriakan yel-yel bahwa bantuan stimulan banyak diberikan kepada yang tidak berhak.
- Aksi berakhir setelah massa mendapat penjelasan dari pihak kepolisian dan membuka segel kantor keuchik.
Tanggapan Pemerintah
- Keuchik Mon Dua tidak berada di lokasi saat aksi berlangsung.
- 20 orang perwakilan warga melanjutkan aksi ke DPRK Nagan Raya untuk menyampaikan tuntutan.
- Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan, menyampaikan harapan agar Pemkab dan Pemerintah Pusat segera mengevaluasi kembali penerima bantuan stimulan.
Pernyataan Kepolisian
- Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara, melalui Kapolsek Darul Makmur, Iptu Ade Haidir, menyatakan bahwa aksi unjuk rasa berjalan lancar.
- Penyegelan kantor keuchik dibuka setelah diberikan penjelasan kepada massa agar tidak terganggu layanan kepada warga.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null? Wait Title must be string. Provide Title string. Let's craft final Title:
Pembubaran dilakukan setelah massa aksi Aliansi Rakyat Aceh bertahan melewati batas waktu penyampaian pendapat di muka umum
: Polres Langsa Musnahkan 2,5 kg Sabu, Cegah 20 Ribu Pengguna
KBA.ONE, LANGSA – Kepolisian Resor (Polres) Langsa, Aceh, memusnahkan sebanyak 2.511,17 gram narkotika jenis sabu hasil pengungkapan enam kasus selama periode Januari hingga April 2026. Pemu
:null? Wait we need correct JSON. Provide Title string. Title:
Demo mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) di kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh dan polisi membubarkan secara paksa pengunjuk rasa menggunakan water cannon dan gas
Warga Aceh Khawatir Saat Polisi Tangkap Puluhan Demo Anti-JKA
Kendaraan taktis milik kepolisian juga tampak terparkir di depan utama kantor gubernur.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.