News
Enam Jembatan Bailey di Aceh Rampung, 11 Wilayah Menyusul Pembangunan
04 Januari 2026 11:36
Pemerintah melalui BNPB telah menyelesaikan pembangunan enam jembatan Bailey di Aceh, sementara 11 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menekankan bahwa setiap penggunaan dana negara harus memenuhi aspek administrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak. Hingga saat ini, BNPB telah menerima pengajuan anggaran sebesar Rp 84,16 miliar, dengan Rp 26,7 miliar telah disalurkan untuk operasional prajurit di lapangan.
Progres Pembangunan Jembatan Bailey
- Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa atau Cot Bada, Matang Bangka, dan Kutablang, Kabupaten Bireuen: 100% rampung
- Jembatan Beutong Ateuh Nagan Raya: 58%
- Jembatan Panton Nisam Aceh Utara: 98%
- Jembatan Krueng Pelang Aceh Tengah: 2%
- Jembatan Wehni Rongka Bener Meriah: 2,5%
- Jembatan Timang Gajah Bener Meriah: 4%
- Jembatan Jamur Ujung I Bener Meriah: 5%
- Jembatan Titi Merah Aceh Tengah: 0%
- Jembatan Buket Dara Baktiya Aceh Utara: 0%
- Jembatan Bener Kelipah Bener Meriah: 30%
- Jembatan Bener Pepayi: 2%
Penggunaan Dana Siap Pakai
- Total dana yang tersedia: Rp 1,4 triliun
- Dana yang telah disalurkan: Rp 26,7 miliar untuk operasional prajurit
- Dana untuk operasi pencarian dan pertolongan: Rp 28,8 miliar
- Dana untuk pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak: Rp 202,3 miliar
- Dana untuk operasi udara: Rp 148,3 miliar
Audit dan Akuntabilitas
Kepala BNPB menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana akan diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana negara digunakan dengan akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Dampak Jangka Panjang
Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, serta meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Aceh. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak.
